31 C
Kudus
Sabtu, April 13, 2024

Ketua DPRD Kudus Masan Soroti Realisasi Belanja Pemkab yang Tak Maksimal

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus H. Masan menyoroti masih banyaknya anggaran yang tidak terserap oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Menurut Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemkab Kudus tahun anggaran 2023, serapan anggaran masih sekitar 90 persen.

“Belanja pendapatan Pemkab Kudus memang naik di 2023, tapi belanja operasinya turun. Artinya antara anggaran dan realisasinya belum maksimal, sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)nya banyak,” ujar Masan usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kudus, Senin (25/3/2024).

Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, harus ada evaluasi nyata agar anggaran bisa terserap dengan baik. Antara lain, harus ada optimalisasi walaupun capaian pendapatan sudah lebih dari 100 persen.

Baca juga: Pansus II DPRD Kudus Finalisasi Perda TJSP dan Perlindungan Buruh

“Artinya, yang perlu dibenahi ini targetnya. Sebab, kami melihat dari sisi pendapatan kita naiknya cukup besar. Maka, targetnya harus dibenahi dan harus terukur, agar banyak yang bisa terakomodir. Baik belanja untuk infrastruktur dan yang lain,” bebernya.

Masan juga menyinggung lambannya Pemkab Kudus dalam pelaksanaan APBD. Menurutnya, APBD Kudus 2024 disahkan dan disetujui pada November tahun lalu. Namun, hingga hari ini (25/3/2024) pelaksanaannya belum ada.

Menurut Masan, seharusnya mulai Januari 2024 itu sudah ada pergerakan pelaksanaan APBD, sehingga akan tercipta multiplier effect. Jika sudah berjalan, akan ada pekerjaan, yang jualan material laku, begitu pula yang dagang makanan dan minuman juga akan laku. Tentunya, akan berdampak pada berputarnya roda perekonomian di Kudus.

“Oleh karena itu, segeralah gunakan anggaran untuk belanja. Biar uang itu berputar, agar ekonomi di Kudus tumbuh,” imbaunya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie, mengaku bersyukur beberapa target pemkab untuk APBD 2023 mampu terlampaui. Menurutnya, realisasi pendapatan daerah pada 2023 sebesar Rp2,2 triliun.

“Jumlah tersebut sekira 101,75 persen. Jadi capaian itu sudah melampui terget,” ujar Hasan.

Baca juga: Tingkatkan Layanan, 5 Puskesmas di Kudus Akan Direvitalisasi Gunakan Dana Cukai

Hasan Merinci, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi Rp502 miliar atau setara 106,05 persen. Sedangkan pendapatan transfer Rp1,7 triliun atau setara 100,68 persen.

Meski pendapatan daerah mampu melampaui target, tapi tidak dengan pelaksanaan belanja daerah Pemkab Kudus 2023. Pasalnya, belanja daerah terealisasi sebesar Rp2,3 triliun atau hanya 90,85 pereen.

“Meski beberapa sudah melampaui target, tapi kami sadar betul masih ada beberapa kekurangan. Kami harapkan beberapa kekurangan akan kita perbaiki di 2024. Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat kita perlukan supaya pembangunan di Kabupaten Kudus bisa berjalan dengan maksimal,” harapnya. (adv)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER