31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

PDRB Kudus 2023 Capai Rp121,3 Triliun, Tertinggi Ketiga di Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS – Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kudus pada 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 2,19 persen. Persentase tersebut setara Rp121,3 triliun untuk harga sesuai harga yang berlaku.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Eko Suharto, mengatakan, PDRB adalah seluruh aktifitas ekonomi di suatu daerah atau negara yang meliputi barang dan jasa dalam kurun setahun. Ada dua istilah dalam PDRB, yakni harga konstan serta harga sesuai harga yang berlaku.

“Untuk harga konstan, PDRB dihitung berdasarkan harga dianggap tetap terus tapi jumlah produksinya yang bergerak. Sementara harga sesuai harga yang berlaku, dihitung berdasarkan pergerakan harga dan jumlah produksi,” jelas Eko saat ditemui di kantornya, Kamis (7/3/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Nilai Transaksi Pasar Kliwon Kudus Diperkirakan Capai Rp1 M Sehari Selama Ramadan

Berdasarkan harga konstan, tutur Eko, PDRB Kudus 2023 sebesar Rp72,9 triliun. Nominal tersebut naik dibanding tahun sebelumnya di angka Rp71,4 triliun. Sementara berdasarkan harga sesuai harga yang berlaku, kenaikan PDRB lebih tinggi pada 2023.

“Di tahun 2022 PDRB Kudus sebesar Rp114 triliun, naik menjadi Rp121,3 triliun pada 2023. Pertumbuhan tersebut sekira 2,19 persen,” bebernya.

Eko mengungkapkan, pertumbuhan PDRB di Kudus dikarenakan adanya peningkatan produksi barang dan jasa, serta dari harga juga mengalami pergerakan.

“Artinya, aktivitas ekonomi di Kabupaten Kudus bergerak positif,” tegas Eko.

Baca juga: Perputaran Uang di Tradisi Dandangan Ditarget Rp15,5 Miliar

PDRB Kudus di 2023, kata Eko, merupakan yang tertinggi ketiga di Provinsi Jawa Tengah. PDRB di Kota Kretek masih lebih rendah dari Kota Semarang yang jadi tertinggi disusul dengan Kabupaten Cilacap.

“Aktivitas ekonomi di Kota Semarang memang lebih maju. Sementara di Cilacap, di sana ada kilang minyak dan gas (Migas). Baru kemudian Kudus, yang industrinya juga cukup besar. Terutama dari rokok, kertas dan elektronik,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER