Kentung Untung Hingga Rp15 Juta Dalam 20 Hari dari Jasa Penukaran Uang Baru

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita tampak sedang mengemas uang recehan kedalam plastik dengan total Rp100 ribuan di lapak, Jalan Sunan Kudus, Desa Demaan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Uang-uang tersebut nantinya akan ditukarkan dengan imbalan jasa yang selalu ada setiap menjelang lebaran.

Dengan keuntungan dari hasil penukaran jasa uang tersebut, mereka rela meninggalkan kerjaan setiap harinya untuk terjun mengais rezeki dengan penukaran uang tersebut. Bahkan pulang pergi (PP) Kudus-Semarang ia lakoni demi keuntungan yang diperoleh.

Baca Juga: Jasa Penukaran Uang Baru Pinggir Jalan Mulai Bermunculan di Kudus

-Advertisement-

Salah satunya adalah Achmad Zainul Abidin (35). Warga Pedurungan, Semarang itu sudah menekuni jasa penukaran uang sejak 2014 lalu. Setiap tahunnya di saat momen menjelang lebaran, selalu ke Kudus untuk menukarkan jasa uang receh.

Hal itu ia lakukan, sebab bisnis itu dianggap sangat mengiurkan dan sangat menguntungkan dibandingkan dengan hasil usaha yang dimiliki, yaitu jual beli ban dan velg mobil di Semarang.

“Iya sangat menggiurkan mas, tahun kemarin Alhamdulillah bisa membawa atau mendapat untung Rp10-15 juta kotor dalam 20 hari (melayani jasa tukar uang receh),” ungkapnya.

Ia menuturkan, tahun ini mulai menyediakan uang receh mulai dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10 ribu, sampai Rp20 ribu sejak Jumat (22/3/2024). Sementara untuk jasanya, ia mematok per Rp100 ribu jasanya di awal-awal ini Rp10 ribu. Sedangkan jika sudah mendekati lebaran, jasa yang dipatok semakin tinggi.

Hal itu karena semakin banyaknya orang berbondong-bondong ingin menukarkan uang. Selain itu ketersedian uang receh yang semakin langka atau masih tersisa sedikit.

“Untuk tahun ini ketersediaan uang receh mungkin tidak sebanyak tahun lalu. Karena saat ini sudah ada beberapa uang receh yang sudah kosong atau langka, hanya tinggal 40 persen dari kuota. Tentu saja untuk mendapatkannya susah,” terangnya.

Bapak yang saat ini baru dikaruniai dua orang anak itu memperkirakan, tahun ini minat masyarakat untuk menukarkan uang receh bisa saja menurun, jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pihaknya menyadari, bahwa ada bencana alam yang melanda sekitar Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu. Sehingga masyarakat kemungkinan lebih memikirkan kebutuhan pokok terlebih dahulu.

Baca Juga: Program Pengiriman Tenaga Kerja Kudus ke Jepang Tak Jelas, Begini Penjelasan Dinas

Meski begitu, pihaknya tetap nekad demi mengais rezeki dengan menjadi penyedia jasa tukar uang tersebut. Sebab, ia menyakini rezeki sudah ada yang mengatur. Mau mendapat rezeki sedikit ataupun lebih tetap ia syukuri.

“Tetap memilih momen ini, karena usaha jual beli ban dan velg mobil saat bulan puasa ini, omzetnya menurun hingga 50 persen. Sementara saya rasa untuk penghasilan juga lebih banyak ini, setidaknya bisa menutup omzet penjualan usaha di rumah mas. Apalagi seperti kita kan tidak mendapat THR, jadi ya ini yang kita lakukan,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER