31 C
Kudus
Rabu, April 24, 2024

Program Pengiriman Tenaga Kerja Kudus ke Jepang Tak Jelas, Begini Penjelasan Dinas

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus beberapa bulan lalu mempunyai program pengiriman tenaga kerja ke Jepang. Namun, program yang digadang-gadang bisa menekan angka pengangguran itu hingga saat ini belum ada kejelasan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop dan UKM) Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati, mengatakan, Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Kudus dengan Indonesia-Japan Business Network (IJBnet) untuk program pengiriman tenaga kerja itu memang belum berjalan.

Menurut Rini, pihaknya perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) terkait kerja sama tersebut. Apalagi, ini berkaitan dengan penempatan tenaga kerja dari Kudus ke luar negeri. Pihaknya juga sudah mendapatkan jawaban tertulis dari Kemnaker.

Baca juga: Segera Daftar! Pemkab Kudus Buka Lowongan Kerja ke Jepang, Gaji Rp19 Juta Sebulan

“Isi dari jawaban dari Kemenaker adalah IJBnet bukan lembaga atau bukan perusahaan penempatan tenaga kerja ke Jepang. Karena IJBnet tidak ada di daftar di Kementerian Tenaga Kerja,” ungkap Rini saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (27/3/2024).

Oleh karena itu, lanjut Rini, pihaknya juga belum membuka pendaftaran, sebab, memang harus dikaji lebih dalam lagi. Apakah program ini berlanjut atau tidak.

“Saat ini kita memang belum ada ikatan perjanjian kerja sama dan IJBnet untuk penempatan tenaga kerja ke Jepang. Kami masih melakukan kajian-kajian lebih mendalam dan lebih rinci, apakah program ini nanti berlanjut apa tidak,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab Kudus Gelontorkan Rp44,7 Miliar untuk THR dan Gaji ke-13 ASN

Sebagai informasi, kerja sama dengan IJBnet ini merupakan program Bergas C Penanggungan saat menjabat Penjabat (Pj) Bupati Kudus. Saat itu,  Disnakerperinkop dan UKM Kudus bahkan sudah membuka pendaftaran pada 9-10 Januari 2024.

Setelah itu, kemudian dilakukan pelatihan bahasa Jepang selama 5-6 bulan. Dalam tempo tersebut harus lulus A2/N4 dan SSW bidang terkait. Gajinya juga tak main-main yaitu menyentuh 180 ribu Yen per bulan atau kurang lebih Rp19 juta.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER