31 C
Kudus
Sabtu, April 13, 2024

Jadi Jalan Alternatif Hindari Banjir, Jembatan Apung Setro-Waru Dilewati Ribuan Motor Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pengendara motor, pejalan kaki, hingga pengendara sepeda kayuh terlihat berlalu-lalang melintasi Jembatan apung penghubung Dukuh Setrokalangan dan Kedungwaru. Di sana tampak gubuk kayu dengan dua orang laki-laki yang tengah berjaga di area luar gubuk.

Salah satunya adalah Sudarno, warga Dukuh Setrokalangan RT 03/ RW 02. Dia mengatakan, jembatan itu baru dibuka kembali setelah sempat terendam beberapa waktu lalu.

“Jembatan apung ditutup hari Rabu sore, dan baru beroperasi lagi hari Kamis pagi tadi,” jelasnya saat ditemui pada hari Kamis 21/03/2024.

Baca juga: Banjir di Jalan Tanjungkarang Surut Tinggal 30 Cm, Sepeda Motor Bisa Lewat

Dirinya melanjutkan, akses jalan jembatan apung sempat ditutup lantaran banjir dan mulai surut pada Selasa (19/3/2024) lalu. Namun, jembatan apung belum beroperasi karena akses jalan di Dukuh Setrokalangan yang masih tergenang air dan baru surut pada hari ini.

“Memang kebanyakan pengguna jembatan apung itu karyawan pabrik hampir 80 persen. Ini ramai, kan, karena akses Jalan Pantura kebanjiran,” ucapnya.

Menurutnya, jembatan apung setro-waru menjadi salah satu jalan alternatif masyarakat untuk menghindari banjir di Kecamatan Karanganyar, Demak. Namun, karena baru dibuka pagi tadi, kenaikan pendapatan belum begitu terlihat.

“Kalau pendapatan biasanya Rp1-1,5 juta per hari dibagi untuk lima orang pekerja. Sedangkan, pagi ini sudah dapat sekitar Rp500-600 ribu. Dengan total mungkin kira-kira 1000-1500 pengendara (belum termasuk saat jam pulang kerja),” bebernya.

Baca juga: Jalan Kudus-Jepara Macet Total, Mengular Hingga Proliman Tanjungkarang

Menurutnya, untuk pengendara motor ditarif Rp2 ribu, pelajar gratis, pejalan kaki seikhlasnya, dan pengendara sepeda kayuh Rp1 ribu.

Salah seorang pengendara motor, Susan (37), mengaku masih takut untuk melakukan perjalanan jauh dari desanya ke desa lain yang rawan banjir.

“Tadinya mau ada urusan tapi karena masih takut kalau ada banjir lagi nggak jadi akhire putar balik. Selama terendam banjir nggak berani kemana-mana, baru hari ini,” tambah warga Kedungwaru Lor itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER