BETANEWS.ID, KUDUS – Harga beberapa kebutuhan pokok di Pasar Kliwon Kudus naik saat Ramadan. Menurut salah satu penjual sembako di Pasar Kliwon, Nafiah, yang naik adalah gula, minyak goreng, dan telur ayam. Kenaikan harga itu sudah terjadi sebelum memasuki bulan puasa.
“Kalau kenaikan harga gula sudah sekitar dua bulan lalu, yang awalnya Rp14-15 ribu. Pas mau bulan puasa naik Rp17 ribu ecerannya. Kalau minyak goreng Rp16 ribu satu liternya, yang awalnya Rp14-15 ribu,” jelasnya saat ditemui, Rabu (13/3/2024).
Sementara untuk harga telur ayam, menurutnya mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp26 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.
Baca juga: Produksi Meningkat Jadi 6 Ton Sehari Selama Ramadan, Mubarok Food Tambah 100 Pekerja
“Kalau harga beras ada penurunan sedikit, mungkin karena sudah ada yang panen sedikit. Awalnya beras SS super itu harganya Rp16 ribu per kilogram sekarang jadi Rp15 ribu, sudah dua mingguan ini,” terang Nafiah.
Namun, untuk beras wangi dirinya menyebut belum ada penurunan hingga masih dibanderol dengan harga Rp17.500 per kilogram. Menurut Nafiah, kenaikan harga bahan pokok di atas kemungkinan karena banyak produsen-produsen kue lebaran.
“Sepertinya, kok, karena kan mau puasa banyak yang jual kue-kue gitu. Jadi yang diprioritaskan produsen kue Lebaran, terus juga sejak pemilu itu, ya, harga barang naik semua,” ucap warga Mejobo itu.
Baca juga: Harga Jenang Mubarok Naik 10 Persen di Ramadan 2024, Ini Daftar Harganya
Meski masyarakat dan para pedangang sudah terbiasa dengan kenaikan harga yang sering terjadi saat memasuki Bulan Puasa, tapi tetap saja mereka mengeluh jika bahan pokok terus menerus naik.
“Sebenarnya pihak Dinas Perdagangan Kudus pernah survei ke sini untuk mengetahui penyebab naiknya harga bahan pokok. Terus saya juga, kan, biasanya selalu lapor kalau ada yang salah kayak ada yang nimbun barang atau dulu beras bisa naik sampai tinggi itu karena banyak dibeli bos-bos dari Jakarta,” ungkap ibu yang dikaruniai dua orang anak itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

