31 C
Kudus
Sabtu, April 13, 2024

Elpiji Sempat Langka, Pembeli Kini Harus Bawa Fotokopi KK dan KTP

BETANEWS.ID, KUDUS – Efek elpiji langka beberapa hari terakhir, para pembeli kini diwajibkan membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Selain itu, warga juga hanya mendapat satu tabung setiap pekan. Tak hanya itu, menurut Pemilik Pangkalan Gas di Desa Ngemplak, Suhendarseh, setiap hari dirinya mendapat jatah maksimal 100 gas melon.

“Setiap hari dijatah maksimal 100 tapi, ya, nggak tentu. Syaratnya warga bawa fotokopi KTP dan KK. Prioritasnya memang warga Kecamatan Undaan (setempat),” ujar Suhendarseh, Selasa (19/03/2024).

Dirinya menyebut, biasanya per satu gas melon dijual dengan harga Rp18 ribu. Menurutnya, langkanya gas melon disebabkan terkendala oleh pengiriman. Bahkan, kemarin dirinya sempat tidak menerima kiriman gas elpiji.

Baca juga: Diwaduli Warga Elpiji Langka, Pj Bupati Kudus Langsung Sidak SPBE

“Biasanya gas elpiji harganya mahal itu mungkin karena belinya dari warung. Bisa jadi penjual itu belinya mahal akhirnya dijual mahal ke masyarakat. Tapi, kalau saya tidak pernah sampai mahal gitu,” ujarnya

Dia menuturkan, setiap KK diberi satu kali kesempatan membeli gas elpiji dalam seminggu. Sedangkan untuk pengusaha mikro diberi dua kali kesempatan dalam satu pekan. Peraturan tersebut sudah ditetapkan dari pihak agen gas elpijinya.

“Sekarang ini kita itu harus ngirim laporan ke pusat makanya setiap pembelian itu selalu diminta fotokopi KTP dan KKnya. Jadi, ya tidak bisa sembarangan,” ucapnya.

Baca juga: Sepekan Banjir Kudus, Masan Minta Pemkab Kudus Sat-Set Tangani Bencana Tahunan

Salah seorang warga, Amni, mengungkapkan, saat ini pasokan gas melon sudah mulai berjalan normal.

“Minggu pertama puasa langka dan antre panjang kalau mau beli gas melon. Sekarang sudah mulai stabil, sih, nggak pernah sampai dapat harga yang mahal. Mentok paling mahal Rp22 ribu. Intinya memang harus punya lebih dari satu gas melon untuk jaga-jaga pas langka dan paling penting jangan panik,” tambah Amni.

Editor: Ahmad Muhlisin

Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER