31 C
Kudus
Rabu, April 24, 2024

Bela Aktivis Lingkungan Daniel, ICJR: ‘UU ITE Mudah Sekali untuk Jerat Orang Aktif Bersuara’

BETANEWS.ID, JEPARA – Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) turut memberikan Amicus Curiae bagi Daniel Frits Maurits Tangkilisan, aktivis lingkungan tambak udang Karimunjawa yang terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Peneliti ICJR, Nur Ansar, mengatakan, pelaporan aktivis lingkungan hidup menggunakan pasal-pasal seperti 28 ayat (2) tentang ujaran kebencian dan 27 ayat (3) tentang pencemaran nama baik berdasarkan UU ITE masih saja terus terjadi. Dua pasal ambigu tersebut, menurutnya, mudah sekali digunakan untuk menjerat orang-orang yang aktif bersuara mengenai kepentingan publik.

“Berdasarkan proses persidangan, khususnya setelah pemeriksaan saksi dan ahli, serta surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang telah dibacakan pada 19 Maret 2024, ICJR mengirim Amicus Curiae terkait perkara. Terdapat empat catatan yang ICJR sampaikan dalam Amicus ini,”  tulisanya dalam pers release yang diterima Betanews.id, Senin (25/3/2024).

Baca juga: Tolak Kriminalisasi Aktivis Lingkungan, Komnas HAM Ajukan Amicus Curiae Bagi Daniel

Empat poin tersebut yaitu, pertama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggunakan materi pasal yang diatur dalam UU ITE tahun 2016. Padahal Materi muatan dalam UU tersebut telah diubah melalaui UU ITE baru yaitu UU Nomor 1 Tahun 2024.

Kedua, komentar Daniel tidak tepat dianggap sebagai bentuk ujaran kebencian terhadap individu atau kelompok. Walaupun JPU beranggapan bahwa komentar Daniel berakibat pada adanya pro dan kontra di masyarakat Karimunjawa. Perbedaan pendapat tersebut menurutnya tidak termasuk dalam kategori antargolongan yang dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) UU ITE.

Ketiga, komentar Daniel tidak tepat dikenakan pasal pencemaran nama baik. Dalam Pasal 27 ayat (3), tuduhan yang dilakukan haruslah diniatkan untuk merendahkan martabat orang tertentu. Delik ini harus menyasar orang perorangan atau individu, bukan sekelompok orang atau badan hukum, sehingga harus jelas orang yang disasar. Keempat, perkara ini juga memenuhi unsur Anti SLAPP.

Baca juga: Jika Berjalan Lancar, Kasus UU ITE yang Jerat Daniel Bakal Diputus 4 April 

“Berdasarkan empat catatan tersebut, Daniel seharusnya diputus lepas atau bebas. Bagi ICJR, berdasarkan catatan dalam Amicus Curiae yang telah disusun, perkara ini sejak awal seharusnya sudah tidak layak untuk ditindaklanjuti oleh penegak hukum,” tegasnya.

“Dengan adanya Amicus Curiae tersebut, kami berharap Majelis Hakim dapat mempertimbangkan secara hati-hati terkait fakta hukum serta ketentuan lain terkait kebebasan berpendapat serta pengaturan Anti SLAPP yang juga sudah diatur dalam Perma No. 1 Tahun 2023,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER