31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Waswas, Warga Undaan Bahu-membahu Tinggikan Tanggul Sungai Wulan yang Airnya Hampir Melimpas 

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Kecamatan Undaan di sepanjang aliran Sungai Wulan bahu membahu meninggikan tanggul yang airnya hampir melimpas, Rabu (7/2/2024). Mereka tersebar di berbagai titik tanggul yang dianggap rawan. Beberapa tanggul yang rawan akan terjadinya limpasan itu mulai dari Desa Medini, Sambung, Undaan Kidul, Undaan Tengah, dan Undaan Lor. 

Salah satu warga, Muhammad Rofiq, mengatakan, di Desa Medini ada empat titik tanggul yang saat ini sedang ditinggikan untuk menghindari limpasan air dari Sungai Wulan. Empat titik tersebut berada di gang 2,3,4, dan 8. Menurutnya, hampir semua warga terjun untuk meninggikan tanggul. 

Warga Desa Medini, Undaan bahu membahu meninggikan tanggul pakai karung pasir, Rabu (7/2/2024). Foto: Kaerul Umam

“Kalau kritis belum, cuma kita antisipasi misal terjadi hal yang tak diinginkan atau limpasan air. Mulai dari semalam kita sudah melakukan patroli, dari Undaan Lor sampai Medini. Sementara debit air per jam 9 di Bendung Klambu capai 1100m³/detik, sehingga sangat menghawatirkan,” ungkapnya.

Baca juga: Tanggul Sungai Wulan di Undaan Longsor, Masan: ‘Kalau Jebol, Mejobo Tenggelam’ 

Ia menuturkan, tanah urug yang dibuat menambal tanggul tersebut merupakan pengadaan dari desa. Sementara ini sudah menurunkan tanah urug empat dam di setiap titik yang rawan. Namun, pihaknya menyampaikan ada dua dam tambahan lagi, untuk meninggikan tanggul di Desa Medini. 

Ketua RT 7 RW 8, Desa Medini, Ahmad Nasir, menjelaskan, kondisi tanggul di wilayah Kecamatan Undaan, memang rawan saat musim hujan. Bahkan, warga dibuat tidak nyaman karena setiap kali ada hujan, air selalu hampir penuh atau setara dengan tanggul. 

“Tanggul setiap tahun selalu rawan, setiap musim hujan pasti begini. Saat ini kondisi tanggul sangat memprihatinkan, makanya dari pihak desa memberi bantuan tanah urug untuk meninggikan tanggul untuk antisipasi air melimpas. Kemungkinan nanti ada tambahan air malam hari karena debit air di Bendung Klambu mencapai 1100m³/detik,” katanya. 

Ia mengaku, tanggul yang selalu rawan tiap tahun itu disebabkan sudah lama tidak dinormalisasi. Sehingga ia meminta supaya Sungai Wulan dapat dinormalisasi, sedangkan tanggul di wilayah Kecamatan Undaan ditinggikan. 

“Harapan tanggul ini supaya dinormalisasi dan ditinggikan, supaya masyarakat lebih nyaman dan bisa tidur nyenyak saat di musim hujan. Karena tanggul terakhir dinormalisasi sekitar 2000an, jadi sudah lama,” jelasnya.

Baca juga: Waspada! Tanggul Sungai Wulan di Undaan Lor Kudus Hampir Jebol, Perbaikan Nunggu Air Surut 

Hal senada juga diungkap Penjabat (Pj) Kepala Desa Undaan Kidul, Moktasim. Menurutnya, Desa Undaan Kidul saat ini juga terdapat empat titik yang rawan akan terjadinya limpasan air yaitu di gang 3,7,9, dan  13. Ia mengaku, kondisi tanggul di wilayah desanya itu sangat menghawatirkan, sehingga butuh peninggian tanggul dengan sand bag

Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan terjun untuk bergotong royong dan bahu membahu mengantisipasi tanggul. Karena saat ini sedikit membahayakan , air hampir rata dengan tanggul, sehingga kami mengantisipasi ini agar tidak terjadi yang tak diinginkan,” imbuhnya. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER