31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Tuntut Daniel Dibebaskan, Seniman Jepara Gelar Aksi Teatrikal Bawa Limbah Tambak Udang 

BETANEWS.ID, JEPARA – Seniman Jepara bersama dengan sejumlah aktivis melakukan aksi demontrasi menuntut Daniel Frits Maurits Tangkilisan dibebaskan di depan Kantor Pengadilan Negeri Jepara, Kamis (20/2/2024). 

Massa aksi sampai di PN Jepara sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka membentangkan spanduk yang berisikan tuntutan untuk menutup tambak udang di Karimunjawa dan membebaskan Daniel.  

Kemudian secara bergantian, aktivis yang hadir mulai berorasi menyuarakan isu lingkungan di Karimunjawa. Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, usai persidangan, Linda Natalie mulai unjuk aksi dengan membawakan perform teatrikal.

-Advertisement-

Baca juga: Jadi Pejuang Lingkungan Karimunjawa, Kuasa Hukum Daniel: ‘Dia Tak Layak Jadi Terdakwa’ 

Ia tampak berjalan dari dalam kantor pengadilan menuju keluar dengan menggendong jeriken berukuran lima liter berisi limbah tambak udang. Usai berorasi dengan menyampaikan betapa tersiksanya masyarakat Karimunjawa hidup berdampingan dengan limbah. Ia kemudian masuk kembali ke dalam area PN Jepara dan menuang limbah tersebut.  

Seketika, aroma bau busuk dari limbah yang memiliki tekstur kental mirip seperti lumpur langsung menguap ke udara.  

“Limbah ini kan menjadi perbincangan banyak orang dan meragukan seperti apa bahayanya limbah ini. Terus selama ini kita itu bertanya-tanya sebau apa sampai warga Karimunjawa itu mempermasalahkan gitu kan. Jujur aja ini kakiku udah mulai gatel-gatel karena tadi memang kecipratan limbahnya,” katanya usai melakukan aksi teatrikal.  

Menurutnya, limbah itu sebagai simbol kerusakan alam yang saat ini terjadi di Karimunjawa serta simbol penderitaan bagi warga yang terus berjibaku dengan urusan limbah tambak udang.

Baca juga: Aktivis hingga Seniman Lakukan Aksi Solidaritas Tuntut Kebebasan Daniel

“limbah ini menjadi simbol, ya, simbol kerusakan yang ada di sana (Karimunjawa), yang mana mereka merasakan gitu. Selain simbol kerusakan juga simbol penderitaan karena airnya jadi tercemar, penderitaan bagi biota lautnya, bagi warga karimunjawa secara sosial, tenaga, hanya untuk ngurusi masalah limbah dan limbah,” tambahnya.  

Melalui aksi teatrikal tersebut, ia berharap dapat lebih menyentuh hati setiap orang akan bahayanya limbah tambak udang bagi lingkungan di Karimunjawa. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER