BETANEWS.ID, KUDUS – Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie meninjau SDN 6 Hadipolo, Kecamatan Jekulo yang atapnya ambruk, Rabu (28/2/2024). Atap SD 6 Hadipolo yang roboh adalah kelas 2. Namun, yang diungsikan kada tiga kelas, yakni kelas satu, dua, dan tiga. Para siswa ada yang dipindah ke ruang guru, ruang perpustakaan, dan musala.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Hasan itu juga melihat kegiatan belajar mengajar siswa yang mengungsi. Terlihat, para siswa tetap semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar meski tanpa bangku.

Mereka juga antusias mengobrol dengan Pj Bupati Kudus dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan orang nomor satu di Kudus tersebut. Kemudian, Hasan juga mengajak para siswa berfoto bersama dan ajakan tersebut disambut ceria.
Baca juga: Atap SDN 6 Hadipolo Kudus Roboh, Siswa Sudah Mengungsi Sejak 4 Bulan Lalu
Hasan mengatakan, atap SD 6 Hadipolo yang roboh akan segera dilakukan perbaikan pada akhir Maret 2024 dengan anggaran Rp200 juta.
“Untuk yang di ruang guru tak ada persoalan karena ada meja kursinya. Tapi untuk yang di musala dan ruang perpustakaan, para siswa mengikuti belajar mengajar tanpa meja kursi dan membungkuk ketika menulis dan membaca,” bebernya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) untuk menyediakan meja kecil, sehingga para siswa nanti tak lagi membungkuk ketika kegiatan belajar mengajar.
“Meski tanpa meja, para siswa terlihat tetap antusias mengikuti pelajaran. Jadi itu tanggung jawab kita untuk menyediakan fasilitas belajar mengajar,” ungkapnya.
Baca juga: Pemkab Kudus Tahun Ini Anggarkan Santunan Kematian Sebesar Rp1,5 Miliar
Kepala Disdikpora Kudus, Harjuno Widodo, menyampaikan, atap kelas yang roboh sebenarnya akan diperbaiki di tahun ini. Namun nahasnya, belum dimulai perbaikan malah sudah roboh terlebih dulu.
Selain akan segera memperbaiki, pihaknya juga akan menyediakan meja kecil untuk para siswa yang kegiatan belajar mengajarnya diungsikan di ruang perpustakaan dan musala.
“Meja kecil itu akan segera kita sediakan. Tadi sudah kita hitung, kurang lebih kebutuhannya sekira 25an, untuk kelas tiga sama kelas satu,” bebernya.
Editor: Ahmad Muhlisin

