Tim Penyehatan Pesimis Gandeng Bank Jateng Selamatkan Bank Jepara Artha

BETANEWS.ID, JEPARA – Ketua Tim Penyehatan Bank Jepara Artha (BJA), Hery Yulianto mengatakan bahwa upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan BJA dengan menggandeng Bank Jateng sebagai investor dinilai sulit terealisasi.

Sebab menurutnya, Bank Jateng sebagai bank yang murni bergerak dalam ranah bisnis tentu akan mengkaji terlebih dahulu dari sisi untung dan rugi ketika memberikan suntikan dana kepada BJA.

Baca Juga: Status Bank Jepara Artha Ditentukan Setelah Pemilu

-Advertisement-

Selain itu kajian yang dilakukan Bank Jateng terhadap BJA menurutnya juga membutuhkan waktu yang lama dan proses yang cukup panjang. Terlebih pihak perbankan memiliki aturan yang rigit. Sehingga ia menyadari proses kajian tersebut membutuhkan kejelian dan ketelitian.

“Mereka tentu akan menghitung mulai dari nilai aset, agunan, item di setiap nasabah akan diperiksa satu-satu. Dan (proses itu) tidak bisa dipercepat. Kami juga tidak terlalu yakin apakah Bank Jateng bisa cepat memutus. Kami juga tidak bisa berharap banyak,” katanya pada Rabu (7/2/2024) di Ruang Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Setda Jepara.

Sehingga untuk saat ini, tim penyehatan dan direksi BJA akan berfokus untuk mengupayakan pengembalian dana nasabah kepada 35 debitur yang agunannya dinyatakan bermasalah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Meskipun dari OJK menurutnya memiliki rekomendasi lain, salah satunya yaitu dengan memperbaiki sistem pinjaman.

“Fokus kami ke penarikan, karena pengembalian dana debitur merupakan salah satu rekomendasi yang paling mungkin untuk menyelamatkan Bank Jepara Artha,” jelasnya.

Selain itu, dari tim penyehatan juga sudah menawarkan dan melelang aset milik debitur. Meskipun nilai dari agunan tersebut menurutnya belum mampu untuk mengembalikan status BJA kembali pulih.

Baca Juga: Bantuan Beras CPP Di Jepara Diduga Banyak yang Tidak Tepat Sasaran

Namun ia sendiri tidak bisa memastikan berapa nilai dari agunan milik debitur. Karena hal tersebut merupakan kewenangan dari pihak perbankan.

“Hari ini kita sudah menawarkan dan melelang aset yang kita beri nama AYDA (Agunan Yang Diambil Alih). Tapi nilainya memang tidak banyak, belum bisa untuk menjadikan Bank ini kembali sehat,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER