BETANEWS.ID, KUDUS – Di luar Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak kardus-kardus berisikan logistik untuk korban banjir Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Sementara itu, sejumlah pengungsi tampak sedang memilah pakaian bekas layak pakai yang menumpuk.
Di samping itu, para pengungsi terlihat saling berinteraksi, ada yang kumpul makan bareng, ada pula yang melakaukan aktivitas lain. Ketika memasuki area dalam, tampak para pengungsi itu sedang menikmati makanan yang sudah disiapkan. Salah satunya adalah, Sumiyatun (60).
Warga Dukuh Babadan, Desa Karanganyar itu menceritakan, air masuk ke dalam rumahnya pada Kamis (08/02/2024) pukul 17.00 WIB sore. Sehingga, dirinya dan keluarga tak punya banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang di rumahnya.
Baca juga: Parno Hanya Bisa Makan Mi Mentah Karena Tak Kebagian Jatah Makan
“Awalnya keluarga mengungsi di Musala Babadan. Karena tidak dapat bantuan makanan, dari Kamis malam akhirnya dievakuasi ke Balai Desa Jati Wetan. Baru sesampainya di sana dapat makan sekitar pukul 12.00 WIB,” ucap ibu yang dikaruniai tiga orang anak itu.
Sumiyatun mengatakan, saat ini mengungsi dengan menantu, anak perempuan, dan dua cucunya. Sedangkan suami dan kedua anak laki-lakinya memilih untuk tidak ikut mengungsi di Balai Desa Wetan.
“Suami dan kedua anak laki-laki saya tidak mau ikut mengungsi karena menjaga rumah, takut kalau nanti roboh. Jadi, kalau pas makan selalu ingat suami di sana bisa makan atau tidak. Saya tanya pas sebelum mengungsi ke sini nanti makan bagaimana? Katanya tidak apa-apa pasti bisa makan,” bebernya.
Baca juga: 261 Korban Banjir Demak Mengungsi di Balai Desa Jati Wetan Kudus, Logistik Aman untuk Sepekan
Saat terakhir meninggalkan rumahnya, dia mengungkapkan ketinggian air sudah mencapai atap. Dirinya hanya terus berdoa dan berharap suami serta anak-anaknya mampu bertahan dan selamat.
“Seumur-umur baru kali ini melihat banjir yang sangat besar seperti itu. Jadi, pusing ketika lihat air banyak seperti itu,” timpanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

