Seminggu Buka Lapak Dandangan, Penjual Gerabah Masih Sepi Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Terhitung seminggu sudah Endang Sulistyo Rini, seorang penjual gerabah membuka lapak di lokasi dandangan. Namun, hingga saat ini lapak yang dibukanya masih sepi pembeli

Warga Desa Mayong RT 3 RW 3, Kecamatan Mayong, Jepara yang berjualan sejak Kamis (22/2/2024) lalu itu mengeluh jika jumlah pembeli kali ini turun drastis.

Baca Juga: Geliat Tradisi Dandangan Sudah Terlihat, Pedagang Gerabah Hingga Guci Mulai Bermunculan

-Advertisement-

“Kalau untuk penurunan penjualan banyak sekali mas. Kira-kira ya sampai 50 persen. Tahun ini sepi banget tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin saja, karena harga bahan pokok melonjak naik semua, sehingga untuk kebutuhan sekunder seperti ini tidak terlalu dipikirkan,” bebernya, Rabu (28/2/2024).

Endang sebenarnya sempat ingin menyerah. Lantaran sudah terlanjur, ya mau tak mau harus tetap dijalani. Di tahun sebelumnya, dalam even sama, sehari mudah untuk mendapatkan uang Rp500 ribu.

“Kalau tahun ini hanya membawa 15 keranjang untuk gerabah dari tanah liat. Itu termasuk mainan pasaran anak dan celengan. Sementara untuk mainan anak lainnya yang berupa truk, topeng, dan lainnya beda lagi,” ungkapnya.

Harga yang dipatok mulai dari Rp3 ribu untuk gerabah pasaran anak, Rp25-50 ribu untuk celengan dengan berbagai macam. Sedangkan untuk mainan anak lainnya mulai dari Rp15-70 ribu.

“Saya mulai jualan di acara Tradisi Dandangan sudah lama, sekitar 10 tahunan lebih,” tutur ibu yang dikaruniai tiga anak tersebut.

Baca Juga: Edan! Tunggakan Sewa Kios di Pasar Kliwon Sepanjang 2023 Capai Rp3 Miliar 

Endang juga menyebut jika biaya sewa di Dandangan lebih murah dari pada di Dugderan Semarang. Karena perbedaan harga itulah dia memilih membuka lapak Dandangan yang berada di Jalan Kiyai Telingsing, Kudus.

“Jadi per kaplingnya itu berukuran 4×3 meter, dengan harga Rp300 ribu. Karena menyewa dua kapling jadinya bayar Rp600 ribu selama even selesai. Untuk penerangan saya mengambil di pedagang lain, dengan membayar Rp5 ribu per lampu,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER