BETANEWS.ID, PATI – Persoalan sampah di Kabupaten Pati menjadi persoalan serius. Sebab, jumlah sampah di daerah tersebut kian bertambah, dan mengakibatkan tempat penampungan akhir (TPA) nyaris penuh.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berupaya untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA tersebut dengan mengolahnya menjadi briket.
Baca Juga: Beda dengan Sebelumnya, KPU Pati Maksimalkan Saksi Partai dalam Simulasi Pencoblosan
Dalam hal ini, Pemkab Pati bekerja sama dengan PT Afenil Bintang Energi dan Infinity dari Australia. Kerja sama tersebut akan berjalan selama satu tahun ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, Tulus Budiharjo mengatakan, dengan diolahnya sampah menjadi briket tersebut, diharapkan jumlah sampah di Kabupaten Pati akan berkurang signifikan.
“Semoga saja kerjasama dapat berjalan dengan lancar. Sebab masih ada masalah teknis yang perlu dirembuk. Baik dengan pelaksanaan maupun dari kami sendiri,” ujar Tulus, Kamis (1/2/2024).
Ia menyebut, produksi sampah di kota yang berjuluk Bumi Mina Tani tercatat menyentuh 400 ton per hari.
Menggunungnya sampah di TPA, juga mendorong pemkab untuk membuka TPA baru di lahan Perhutani di Kecamatan Tambakromo.
TPA itu rencana sebagai pengganti TPA di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, yang diprediksi akan penuh dalam dua tahun ke depan.
“Secara total sampah yang akan diserap memang belum kami hitung. Tetapi kami harap semua sampah bisa dikelola,” ungkapnya.
Ditambahkankannya, dalam kerja sama dengan perusahaan asal Australia tersebut, pihak pemkab hanya menyediakan tempat dan sumber daya sampah.
Baca Juga: KPU Pati Gunakan Nama Buah dan Sayuran untuk Contoh Surat Suara pada Simulasi Pencoblosan
Sedangkan masalah lain akan dibahas secara lebih lanjut setelah MOU itu telah berjalan.
“Secara peluang ekonomi juga ada. Mengingat penerima atau off taker briket ini di Pabrik Semen Gresik Rembang. Tentu ini peluang cukup besar bagi kami,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

