BETANEWS.ID, PATI – Untuk kali kedua, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Simulasi kali ini digelar di Desa Geritan, Kecamatan/Kabupaten Pati pada Rabu (31/1/2024).
Berbeda dengan simulasi sebelumnya yang digelar di Desa Kalikalong, Kecamatan Tayu, kali ini KPU Pati lebih memaksimalkan saksi partai dalam simulasi.
Komisioner KPU Pati Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, Khusnul Imanuddin, mengatakan, jumlah saksi dalam pelaksanaan simulasi ini lebih dari 30 orang.
Baca juga: Dijadikan Tempat Simulasi Pencoblosan, Ini Alasan KPU Pati Pilih Desa Geritan
“Jumlah saksi partai ini menurut spesimen surat suara, sehingga jumlah saksi bisa mencapai lebih dari 30 orang,” ujar Khusnul.
Ia menyebut, untuk spesimen surat suara yang dipakai pada simulasi pemantapan TPS tersebut, adalah empat Pasangan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP).
“Selain itu ada 18 partai politik untuk anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten serta 27 anggota DPD,” ungkapnya.
Bukan hanya jumlah saksi saja yang membedakan dengan simulasi sebelumnya. Katanya, pada simulasi kali ini, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menjadi pemeran pemilih yang masuk kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).
“Ini merupakan simbolisasi bahwa KPU Kabupaten Pati akan melayani semua pemilih DPT, DPTb dan DPK, sesuai dengan regulasi yang ada,” imbuhnya.
Baca juga: KPU Pati Gunakan Nama Buah dan Sayuran untuk Contoh Surat Suara pada Simulasi Pencoblosan
Katanya, simulasi pemantapan ini sebagai bentuk kesiapan dalam menghadapi Pemilu 2024.
“Acara simulasi pemantapan TPS yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Pati ini, untuk bisa melihat kondisi dan situasi TPS Pemilu 2024. Sehingga, KPU bisa mengantisipasi apa-apa yang perlu disiapkan pada saat pemungutan nanti,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

