BETANEWS.ID, DEMAK – Bupati Demak Eisti’anah berpotensi maju lagi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Pasalnya, orang nomor satu di Demak itu, memiliki masa jabatan yang singkat dan dinilai berpeluang untuk mencalonkan diri kembali.
Pengamat Politik dari Program Studi di Luar Kampus Utama Politeknik Negeri Jakarta (PSDKU PNJ) Kampus Demak, Khoirul Saleh, mengatakan, Eisti merupakan salah satu kandidat kuat yang bakal maju dalam pemilihan bupati (Pilbub) pada 27 Agustus mendatang.
“Saya melihat secara kondisi peta politik di Kabupaten Demak, memang ada yang kemungkinan melanjutkan tali estafetnya untuk maju lagi, yaitu Bupati Demak yang sekarang ini, Bu Eisti,” kata pria yang pernah menjabat Ketua Bawaslu Demak periode 2019-2024 itu, Senin (5/2/2024).
Baca juga: Pemilu 2024 Makin Dekat, Warga Demak Butuh Presiden yang Pikirkan Ekonomi Rakyat
Khoirul mengatakan, Eisti justru berpeluang besar karena secara nama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu cukup dikenal oleh masyarakat Demak. Selain itu, posisinya yang masih menjabat sebagai bupati, juga dapat dimanfaatkan untuk menjaring banyak massa untuk memenangkan dirinya dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2024.
“Diakui atau tidak incumbent itu mereka diuntungkan dengan fasilitas jabatan yang masih melekat, dan masyarakat secara riil itu sudah tahu dan mengenal bupati sekarang itu siapa dan programnya seperti apa, cuman apakah nanti dalam gerbong yang sama atau mungkin cari pasangan lainnya,” terangnya.
Meskipun begitu, Khoirul juga tidak menampik jika Eisti bisa saja digeser oleh Ketua DPRD Demak, Sri Fahrudin Bisri Slamet, karena keduanya harus menunggu keputusan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Menurutnya, apabila Eisti jadi diusung kembali, maka untuk nama-nama kandidat baru akan lebih ekstra dalam menyeimbangkan elektabilitas politik dari petahana.
Baca juga: Bawaslu Demak Kritisi Simulasi Pemungutan Suara, Begini Catatannya
“Tadi sudah saya sampaikan incumbent itu masyarakat sudah tahu, dan ketika dia menyalon pun masih bebas melaksanakan programnya kemana aja meskipun tidak mengatakan ‘saya ini calon bupati’ dan menyampaikan programnya secara sah sesuai regulasi,” jelasnya.
“Kalau yang lain, kalau mau ngejar itu maka harus punya strategi supaya tarikan mesin politik itu paling tidak bisa sejajar, kemudian upaya itu harus melebihi dari orang-orang yang sudah dikenal di Kabupaten Demak,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

