BETANEWS.ID, JEPARA – Kondisi gelombang di perairan laut Jepara beberapa hari terakhir sempat tinggi, meski berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih terpantau aman.
Data BMKG menyebut, tinggi gelombang hari ini, Kamis (8/2/2024) sampai dengan Jumat (9/2/2024) yaitu 0,2-1,25 meter atau masuk dalam kategori tenang.
Namun, mengingat kondisi cuaca sekarang ini yang sudah mulai terjadi hujan deras serta angin kencang, masyarakat Jepara biasa menyebutnya dengan musim baratan, di mana angin bertiup dari arah Barat menuju Timur. Di musim tersebut juga biasa terjadi paceklik terutama di Kepulauan Karimunjawa.
Baca juga: Bantuan Beras CPP Di Jepara Diduga Banyak yang Tidak Tepat Sasaran
Plt Camat Karimunjawa, Anwar Sadat, mengatakan, untuk saat ini, meskipun sudah terjadi Musim Baratan kondisi stok bahan pangan, gas elpiji, maupun Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa masih aman.
Ia menegaskan bahwa kondisi di Karimunjawa saat ini masih aman karena kapal penyebrangan baik Siginjai maupun Express Bahari masih aktif beroperasi.
“Saat kondisi ketersediaan (bahan pangan) masih aman, karena armadanya masih bisa jalan. Kalau dulu kan Baratan sama sekali tidak ada pelayaran, kalau saat ini kan masih normal. Masih berjalan, seminggu beberapa kali,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (8/2/2024).
Namun, imbas dari adanya musim baratan, pelaku pariwisata di Karimunjawa belum berani menerima tamu atau pengunjung dalam jumlah banyak. Sehingga, kondisi baratan saat ini, hanya berpengaruh pada menurunnya jumlah wisatawan.
“Hanya saja yang pariwisata dan tour guide ini masih belum berani buka, khawatirnya kan seperti tahun lalu,” tambahnya.
Baca juga: Duh, Harga Cabai Merah Keriting di Jepara Tembus Rp60 Ribu Sekilo
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Diyar Susanto, mengatakan, sampai saat ini dari pihaknya juga belum mengeluarkan berasa cadangan pangan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.
Beras cadangan tersebut memang sengaja disiapkan oleh Pemkab Jepara untuk mengantisipasi datangnya musim paceklik.
“Sampai saat ini belum ada tembusan surat yang minta (beras cadangan), Karimunjawa belum. Nelayan yang biasanya musim paceklik sudah kita sediakan, juga belum ada konfirmasi,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

