31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Kisah Pilu Suntayah, Tujuh Karung Gabahnya Terendam Banjir di saat Harga Beras Mahal 

BETANEWS.ID, DEMAK – Tumpukan kasur terlihat di teras rumah Suntayah, di Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Di dekatnya, beberapa buku yang basah karena terkena banjir tampak dijemur. 

Di bagian dalam rumah, tampak kasur lantai yang digelar di ruang tamu untuk mereka beristirahat. Beberapa tumpukan baju yang telah dicuci juga tampak tergeletak seadanya. 

Suntayah menuturkan, banjir yang melanda kediamannya setinggi dada orang dewasa itu telah menyebabkan banyak kerugian. Banjir yang datang begitu cepat membuat mereka tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, termasuk hasil panen.

-Advertisement-

Baca juga: Hidup Sendiri, Mbah Khotijah Merana Melihat Rumahnya Porak Poranda Dihantam Banjir 

“Banyak barang-barang yang tidak bisa diselamatkan, kompor mati, terus empat kuintal kacang hijau juga terendam banjir. Kemungkinan, satu kuintal kacang hijau itu bakal dibuang karena sudah membusuk,” terang Suntayah, Sabtu (24/02/2024). 

Yang paling memilukan, Suntayah harus kehilangan tujuh karung gabah yang rusak terendam banjir. Seharusnya, gabah tersebut dijadikan sebagai persediaan makan untuk tiga bulan ke depan hingga kembali panen. Apalagi, saat ini harga beras lagi mahal 

 “Ya alhamdulillahnya sudah panen, tinggal bawa pulang sekitar beberapa karung saja. Tapi, malah terendam banjir juga, ada yang tidak terendam banjir paling cuma satu bodak (bakul besar),” ujarnya. 

Dirinya menuturkan, suaminya sempat mencoba menyelamatkan gabah dan kacang hijaunya setelah terendam selama satu hari satu malam. Salah satunya dengan menaikkan karung-karung berisi gabah dan kacang hijau itu ke atas atap.

Baca juga: Banjir Datang Tiba-tiba, Abdul Tak Sempat Selamatkan Surat Berharga

“Untungnya suami dibantu sama warga sekitar juga, menaikkan karung-karungnya ke atap. Itu hari Jumat, jadi setelah terendam sehari semalam. Suami guyur-guyuran gitu demi menyelamatkan gabah dan kacang hijaunya,” beber Suntayah. 

Tak hanya beberapa karung gabah dan kacang hijau, buku-buku sekolah cucunya juga ikut terendam air. Namun, menurut Suntayah, dirinya tak begitu mempermasalahkan harta bendanya. 

“Seumur-umur baru kali ini merasakan banjir, awalnya tidak percaya. Tapi ya alhamdulillah masih diberi keselamatan,” tambahnya. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER