BETANEWS.ID, DEMAK – Sejumlah warga korban banjir di Desa/Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak mulai kembali ke kediaman masing-masing. Mereka mulai membersihkan rumahnya meski banjir masih belum surut sepenuhnya.
Dari sekian orang yang balik ke rumah itu, terlihat seorang warga lanjut usia yang terdiam cukup lama di teras rumahnya. Sesekali, ia memandang atap rumahnya yag ambruk, sambil sesekali mengumpulkan barang-barang dari rumahnya yang berantakan setelah diterjang banjir.
Lansia bernama Khotijah (60) itu tampak tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Rumah yang kini ia tinggali sendiri setelah suaminya meninggal itu jadi salah satu peninggalan berharga mendiang belahan jiwanya.
Baca juga: Kisah Kasruniyanto, 3 Hari Terjebak di Lokasi Banjir Tanpa Makan dan Penerangan
“Saya mengungsi dengan jalan kaki dibantu cucu saat air sedada orang dewasa. Itu sekitar Kamis siang,” ucap Khodijah mengawali ceritanya, Sabtu (17/02/2024).
Sejak mengungsi, warga RT 4 RW 4 itu tak pernah tahu keadaan rumahnya hingga atap teras roboh. Makanya, dia terkejut kala melihat kondisi rumahnya yang porak poranda.
“Tetangga tidak ada yang kasih tahu awalnya, karena, kan, takut nantinya saya pikiran atau bagaimana. Jadi, tetangga nggak berani bilang,” ucapnya.
Saat mengungsi, Khodijah hanya membawa dua pakaian, emninggalkan barang-barang berharganya di rumah. Dia mengaku hanya tinggal sendiri di rumahnya sebab anak-anaknya sudah menikah.
Hingga saat ini, kediaman Khodijah masih digenangi air setinggi lutut orang dewasa. Sehingga, dirinya belum berani untuk pulang.
Baca juga: Kisah Hajar, MUA yang Harus Merugi Karena Banjir Karanganyar Demak
“Nanti kembali lagi ke pengungsian soalnya, kan, masih ada airnya. Saya nggak berani buat kembali ke rumah. Terus juga tidak ada tempat untuk tidur karena masih digenangi air,” tambahnya.
Saat ini, dia hanya berharap banjir di wilayahnya cepat surut agar rumahnya bisa dia tinggali kembali, meski, ia belum tahu bagaiaman nanti caranya bvisa memperbaiki rumahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

