Aset Tak Ada yang Terselamatkan saat Banjir, SDN 1 Wonoketingal Merugi Ratusan Juta

BETANEWS.ID, DEMAK – Ratusan buku paket terlihat dijemur di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Demak. Buku paket yang merupakan fasilitas anak didik itu tak terselamatkan akibat banjir yang melanda sejak Jumat (9/2/2024).

Kepala SDN 1 Wonoketingal, Zumi Artiningsih, mengatakan, sebagian besar aset sekolah saat ini kondisinya tak bisa diselamatkan, karena banjir yang datang begitu cepat menerjang area permukiman warga hingga SDN 1 Wonoketingal. Melihat sejumlah aset yang saat ini rusak, pihaknya mengaku membutuhkan bantuan dari pihak pemerintah.

“Semoga saja ada bantuan dari pemerintah, kedua kami upayakan diambil dana bantuan operasional sekolah (Bos). Sementara untuk dari pihak dinas terkait kemarin sudah ada pendataan aset yang rusak, mungkin nanti ada tindak lanjutnya,” ungkap wanita berusia 40 tahun itu, Rabu (21/2/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Penambalan Tanggul Sungai di Ketanjung dan Ngemplik Wetan, Demak Hampir Rampung

Zumi menuturkan, ketinggian air yang mencapai satu meter itu membuat sejumlah aset seperti peralatan sekolah mengalami kerusakan yang parah. Peralatan itu meliputi 500 buku paket kelas satu sampai kelas enam semua mapel, almari tiap kelas, meja kursi guru, meja kursi tamu, hingga alat rebana.

“Untuk saat ini sedang beres-beres sekolahan, karena kemarin halaman sekolah hingga kelas terdapat endapan tanah lumpur dengan ketinggian 5 centimeter. Alhamdulillah kemarin juga dibantu relawan dari Sukabumi yang ikut membersihkan tanah lumpur dengan alat semprot, sehingga lebih cepat untuk pengerjaannya,” terangnya.

Dengan banyaknya aset sekolah yang tak tertolong itu, ia memperkirakan kerugian yang dialami cukup besar, setidaknya mencapai ratusan juta.

Warga Desa Wonorejo RT 9 RW 3, Kecamatan Karanganyar, Demak, itu mengungkapkan, bahwa hari ini rencananya ada penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh pihak dinas terkait, sehingga proses pembelajaran yang akan dimulai Senin depan bisa lebih nyaman dari gangguan nyamuk.

Baca juga: Hidup Sendiri, Mbah Khotijah Merana Melihat Rumahnya Porak Poranda Dihantam Banjir 

“Ini masih menunggu penyemprotan disinfektan dari dinas yang rencananya akan dilakukan hari ini. Tapi kita juga belum tahu karena banyak sekolah maupun fasilitas umum warga yang juga membutuhkan penyemprotan disinfektan atau fogging,” jelasnya.

Zumi menyebut, banjir itu merupakan pertama kalinya terjadi di Wonoketingal. Sebab, selama hidup di sana ia tidak pernah mengalami kebanjiran yang begitu besar seperti yang dialami beberapa waktu lalu itu.

“Seumur-umur baru kali ini banjir di sini dengan ketinggian air yang tinggi,” imbuh ibu dua anak tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER