Aset SDN 1 Karanganyar Demak Rusak Akibat Banjir, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

BETANEWS.ID, DEMAK – Beberapa fasilitas dan aset SDN 1 Karanganyar rusak akibat banjir yang melanda beberapa waktu yang lalu. Kerugian ditaksir mencapai angka miliaran rupiah.

Salah satu guru SDN 1 Karanganyar, Chusniyati Noor Fadilah mengatakan, aset dan fasilitas sekolah kini telah rusak dan tak terselamatkan. Jika ditotal, kerugian yang dialami bisa mencapai Rp1,5 miliar.

Baca Juga: Hujan Sejak Pagi, Warga Korban Banjir Demak Khawatir Tanggul Jebol Lagi

-Advertisement-

“Itu meliputi Laptop, printer, komputer, buku paket sekitar 1.169 pack, sound sistem yang biasa dibuat upacara, baju pentas siswa, rebana, piano, aset koperasi, buku perpustakaan yang jumlahnya sampai 15 ribu, meja kursi tamu tiga set, dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Dengan kerugian yang dialami, kata Chusniyati, pihak sekolah saat ini mengupayakan dengan mendata total kerugian tersebutdengan melaporkan kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Demak, Rabu (21/2/2024).

“Upaya dari sekolahan, kami sudah melaporkan ke pihak dinas terkait, untuk tindak lanjutnya kita masih menunggu. Semoga saja bisa dibantu. Sementara untuk rencana KBM kita ingin secepatnya, tapi saat ini kondisi halaman masih terendam dan belum dibersihkan. Jadi kasihan siswa-siswi kalau nanti terjadi hal yang tak diinginkan,” imbuhnya.

Terhitung sudah satu pekan ini mereka beberes dibantu relawan dari Karanganyar Solo, Kendal, dan Salatiga.

“Mulai bersih-bersih sekolah ini sejak Senin (19/2/2024). Saat ini juga masih beberes beberapa yang masih kotor. Namun untuk ruangan saat ini sebenarnya sudah siap untuk KBM, tapi halaman sekolah masih terendam banjir dan belum dibersihkan,” bebernya, Sabtu (24/2/2024).

Baca Juga: Meski Masih Terendam Banjir, Warga Karanganyar Demak Antusias Ikuti Pemilu Susulan Besok 

Sehingga, lanjutnya, jika akan dipaksakan untuk KBM, sekolah tersebut saat ini belum siap. Halaman sekolah pun masih terdapat lumpur yang masih belum dibersihkan. Ditambah lagi masih ada beberapa peserta didik yang masih mengungsi.

“Kalau di sini jumlah siswa ada sebanyak 167 siswa dan siswi dari kelas satu hingga kelas enam. Semua siswa sini terdampak semua. Tak hanya itu, satu guru dan seorang tukang kebun juga terdampak banjir,” ungkap wanita yang beralamat Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER