31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

1.384 Korban Banjir Demak Ditampung di 12 Titik Pengungsian di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Seribuan korban banjir Kecamatan karanganyar, Kabupaten Demak saat ini ditampung di 12 titik pengungsian di Kabupaten Kudus. Tempat itu meliputi bangunan maupun tenda darurat.

Tempat pengungsian itu berada di Jembatan Tanggulangin, Terminal Kudus, Balai Desa Jati Wetan, Koramil Jati, Tanjungkarang, Jepang Pakis, Ngembal Kulon, Loram Kulon, Jati Kulon, DPRD Kudus, Megawon, dan Tumpang Krasak.

Menurut data dari Kecamatan Jati pada Sabtu (10/3/2024) pukul 12.00 WIB, ada sebanyak 1.384 korban banjir telah menempati 12 titik tersebut. Setiap titik jumlahnya berbeda dari belasan hingga ratusan orang.

-Advertisement-

Baca juga: 261 Korban Banjir Demak Mengungsi di Balai Desa Jati Wetan Kudus, Logistik Aman untuk Sepekan

Rinciannya, pengungsian di Jembatan Tanggulangin ada sebanyak 50 jiwa, Terminal Jati Kudus 249 jiwa, Balai Desa Jati Wetan 257 jiwa, Koramil Jati 34 jiwa, Tanjungkarang 66 jiwa, Jepang Pakis 163 jiwa.

Kemudian Ngembal Kulon 13 jiwa, Loram Kulon 211 jiwa, Jati Kulon 268 jiwa, DPRD Kabupaten Kudus 52 jiwa, Megawon 17 jiwa, dan Tumpang Krasak 4 jiwa.

Hingga saat ini, banjir di Karanganyar, Demak mulai surut. Hal itu disampaikan oleh pejabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana, dalam tinjauan di lokasi banjir Karanganyar, Sabtu (10/3/2024) sore.

“Saat ini air sudah mulai surut tetapi masih tinggi dibandingkan kemarin. Atap yang tadinya tertutup sudah mulai kelihatan. Kita terus berupaya, BPBD dan DPUPR untuk menutup jalan yang jebol,” jelasnya.

Baca juga: Parno Hanya Bisa Makan Mi Mentah Karena Tak Kebagian Jatah Makan

Pihaknya saat ini juga melakukan upaya dengan memasukan alat berat ke lokasi bencana. Menurutnya, hingga saat ini sudah dilakukan penancapan tiang pancang dengan menggunakan bambu. Hal itu dilakukan untuk sementara waktu demi menutup laju air di titik jebolan.

“Langkah-langkah kami tadi beserta Dirjen SDA PUPR kami langsung mengecek ke lokasi. Kami sudah melakukan langkah-langkah dengan memasukkan alat berat ke lokasi dan saat ini sudah sudah ditancapkan tiang pancang dengan menggunakan bambu. Ini untuk sementara untuk menutup laju air yang memang saat ini cukup besar masuk kedua lahan jebol tadi,” tuturnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER