BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat sedang menyantap berbagai hidangan dengan ditemani semilir angin persawahan di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Suasana khas pedesaan itu terlihat begitu nyaman bagi orang-orang yang datang.
Warung makan yang berada di tengah persawahan itu rupanya menyediakan makanan khas pedesaan yang membuat banyak orang ketagihan. Meski lokasinya terpencil, yaitu masuk melalui gang 12, tapi siapa sangka jika tempat kulineran ini cukup ramai didatangi pembeli.

Pemilik Warung, Sumiati, menjelaskan, warung turunan dari ibu yang awalnya hanya melayani petani itu menyediakan menu makanan sama seperti warung pada umumnya. Setelah diwariskan kepadanya, selang berjalan sekitar lima tahun warung tersebut kemudian menyediakan makanan tempo dulu, yang tak dijual di warung-warung lain.
Baca juga: Meski Harganya Cuma Rp10 Ribu, tapi Soto Ayam di Warung Ibu Atik Ini Selalu Bikin Nagih
“Di sini mempunyai menu spesial, yaitu nasi jagung kundul yuyu sayur keong. Makanan ini baik untuk kesehatan tubuh dan banyak manfaatnya. Salah satunya bisa menurunkan penyakit gula, karena nasi jagung rendah kadar gulanya,” katanya, Sabtu (20/1/2024).
Selain itu, menurut Sumiati, makanan jadul tersebut juga dapat menurunkan penyakit kolesterol dalam tubuh. Meski jarang dijual, makanan tersebut menjadi buruan pembeli. Bahkan, semua kalangan banyak yang menyukai makanan tersebut. Terlebih, dengan menu paket itu, harga yang dipatok masih sangat terjangkau, yakni Rp 15 ribu per porsinya.
“Selain makanan spesial, di sini juga menyediakan sayur terong, lodeh terong, pepes welut, pepes susul, botok susul, pepes pindang, oblok-oblok petet, rames, swike entok. Sedangkan untuk camilan ada gorengan, saren, tiwul, dan masih banyak lagi,” ungkap wanita berusia 44 tahun tersebut.
Sejauh ini, warung makan di tengah sawah itu banyak diminati oleh pembeli dari berbagai daerah, seperti Kudus, Semarang, dan Kendal. Warung itu juga biasa menerima pesanan dari kantor pemerintahan Kecamatan Undaan hingga kantor instansi Pemerintahan Kabupaten Kudus.
Baca juga: Sop Iga di Getas Pejaten Ini Harganya Mulai Rp14 Ribu, Pantas Saja Ramai Terus
“Pejabat, kepala desa, hingga DPRD Kudus banyak yang berlangganan di sini. Awalnya dulu saya malu karena warungnya hanya sederhana, tapi semakin ke sini saya mulai percaya diri. Karena pembeli itu pertama kali yang dinikmati rasanya, tidak melihat kondisi warungnya,” tuturnya.
Sumiati mengaku, dalam sehari pihaknya bisa menjual menu spesial yaitu nasi jagung kundul yuyu sayur keong, antara 50 hingga 100 porsi, terkadang juga lebih dari itu. Menurutnya, di hari libur pembeli banyak yang berlangganan di sana.
“Untuk jam buka, di sini mulai pagi sekitar pukul 7.00 WIB sampai sudah tidak ada lagi pembeli. Saya juga tidur di sini kok mas, kalau memang malam ada pembeli ya saya layani,” terang warga Desa Undaan Lor RT 5/1 Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

