31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Tergenang Air dan Berlubang, Jalan Kudus-Purwodadi Sering Akibatkan Kecelakaan

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa lubang dan genangan air di ruas Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, membuat pengendara harus waspada. Saat turun hujan, lubang yang tertutup air juga tak jarang membuat pengendara mengalami kecelakaan.

Salah satu warga, Salim mengungkapkan, jalan tersebut yang tergenangi air dengan kondisi jalan yang berlubang sering mengakibatkan kecelakaan. Sebab, pengendara tidak mengetahui keadaan jalan yang berlubang di saat jalan tergenang. Sehingga banyak pengendara yang sering kecelakaan di sana.

Baca Juga: DBHCHT Kudus 2024 Turun Rp26 M Jadi Rp212 M, Ini Sebabnya

-Advertisement-

“Sering terjadi kecelakaan, apalagi saat malam hari pencahayaan kurang dan tidak kelihatan jadinya sering terjadi kecelakaan,” bebernya saat ditemui di kediamannya, Selasa (30/1/2024).

Ia menjelaskan, masalah utama jalan yang selalu tergenang air hujan itu dikarenakan tidak adanya gorong-gorong. Sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar dan selalu menggenangi jalan. Akibatnya jalan rusak karena selalu tergenang air, di musim penghujan seperti ini.

“Kalau jalan tergenang secara terus menerus kan bisa membuat jalan rusak mas, karena di sini tidak ada gorong-gorong untuk aliran air. Biasanya warga yang punya cucian motor itu selalu menyedot secara mandiri, supaya genangan air bisa surut,” ungkapnya.

Salim mengaku, kondisi jalan yang selalu tergenangi oleh air sudah terjadi satu tahun yang lalu. Selama ini dari petugas jalan yang berwenang selalu memperbaiki dengan menembel jalan yang rusak. Namun hal itu menurutnya bukan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalah, karena cepat rusak.

“Setiap hari selalu terganggu mas, teras kalau tidak saya tinggikan, air bisa saja masuk ke rumah, kalau ditinggikan seperti ini kan bisa menolong warga, bisa dibuat lewat oleh pengguna jalan. Intinya kalau dibangun harus ada gorong-gorong untuk aliran air, karena kalau tidak ada percuma,” tuturnya.

Warga lain, Rima Nella Hanova menambahkan, dengan kondisi jalan yang seperti itu setidaknya dalam sehari minimal ada satu korban kecelakaan. Menurutnya, kecelakaan terjadi di jam-jam sibuk, saat berangkat dan pulang kerja.

“Korban kebanyakan dari orang tua yang sering kecelakaan. Pernah ada kecelakaan srempetan motor sama mobil, keadaannya Alhamdulillah tidak terlalu parah,” jelasnya.

Warga Undaan Kidul, Kecamatan Undaan tersebut, berharap, supaya jalan cepat diperbaiki, agar tidak memakan lebih banyak korban lagi. Sebab menurutnya, sudah satu tahun tidak ada perbaikan sama sekali.

Baca Juga: Kunjungi Museum Patiayam, Pj Bupati Tiba-Tiba Telepon Orang Kemendikbud Minta Ini

Menanggapi hal itu, Koordinator Lapangan DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Budi Utomo mengakui, bahwa permasalahan genangan air di jalan tersebut disebabkan tidak adanya gorong-gorong. Sementara di waktu dekat ini, pihaknya hanya bisa mengusahakan dengan memperbaiki jalan yang berlubang.

“Kendalanya karena tidak ada saluran atau gorong-gorong. Sebenarnya ini sudah masuk program (BMCK) Jateng. Kemungkianan habis lebaran akan diperbaiki secara permanen,” imbuhnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER