31 C
Kudus
Senin, Februari 26, 2024

DBHCHT Kudus 2024 Turun Rp26 M Jadi Rp212 M, Ini Sebabnya

BETANEWS.ID, KUDUS – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Kudus pada 2024 turun Rp26 miliar dari Rp238 miliar menjadi Rp212 miliar. Menurut Kepala Bagian Perekonomian Setda Kudus, Dwi Agung Hartono, turunnya DBCHT adalah konsekuensi dari kenaikan tarif pita cukai rokok yang menjadikan harga rokok semakin mahal, terutama untuk jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM).

“Ketika harga rokok SKM mahal, maka masyarakat pun beralih mengkonsumsi rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT),” ujar Agung, belum lama ini.

Selain itu, ungkapnya, kenaikan tarif pita cukai rokok, informasinya, juga berpengaruh pada penerimaan Bea Cukai Kudus. Penerimaan Bea Cukai Kudus di 2024 diprediksi juga turun.

Baca juga: Hanya Silpa Rp21 M, Serapan Dana Cukai Kudus Tahun 2023 Disebut Cetak Rekor

“Turunnya penerimaan Bea Cukai Kudus tentu berpengaruh juga pada alokasi DBHCHT yang diterima Kabupaten Kudus. Dibanding tahun lalu, dana cukai Kudus turun kurang lebih Rp26 miliar,” bebernya.

Sementara pemanfaatan DBHCHT masih mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Yang mana 39 persennya atau setara Rp81,8 miliar dialokasikan di bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas).

Kemudian, alokasi 40 persen atau kurang lebih setara Rp85 miliar untuk bidang kesehatan. Lalu, bidang penegakan hukum alokasinya kurang lebih Rp8,8 miliar atau setara 4 persen, serta yang 17 persen, kurang lebih Rp36,3 miliar untuka kegiatan lain sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah.

“Untuk kegiatan lain sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah diarahkan ke infrastruktur,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER