31 C
Kudus
Senin, Februari 26, 2024

Tabloid Prabowo-Gibran ‘Hantui’ Warga Kudus, 3 Kali Dibagikan Padahal Tak Dibaca

BETANEWS.ID, KUDUS – Pembagian tabloid Indonesia Maju yang mengkampanyekan pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masif dilakukan kepada masyarakat Kudus. Pembagian majalah itu pun dianggap teror oleh masyarakat karena tanpa permisi dan digeletakkan begitu saja di teras rumah.

Salah satu warga, Arif Purnomo, mengaku sudah tiga kali mendapatkan majalah Indonesia Maju dengan cover gambar Prabowo-Gibran. Namun, ia tak pernah kenal siapa yang memberi karena tanpa permisi.

“Konsep pembagian majalah itu ditaruh saja di teras. Pas yang pertama dan ketiga saya lihat orangnya tapi ketika saya kejar orangnya sudah pergi duluan,”ujar Arip kepada Betanews.id, Senin (22/1/2024).

Baca juga: Kampanye di Jepara, Zulhas Tegaskan Program Jokowi Bakal Dilanjutkan Prabowo-Gibran

Warga Desa Rendeng, Kecamatan/Kabupaten Kudus tersebut mengungkapkan, pembagian tabloid tersebut dianggap sangat meresahkan, karena tanpa permisi. Tak hanya rumahnya saja, para tetangganya juga mendapatkan tabloid serupa tanpa mengenal siapa yang membagikan.

“Sudah tiga kali dapat tabloid, tapi tidak pernah saya baca. Berbeda dengan yang pertama dan kedua, pembagian yang ketiga itu selain tabloid juga ada kalender Prabowo-Gibran serta kalender PSI,” ungkapnya.

Tabloid Indonesia Maju terpampang foto capres dan cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang masing-masing memegangi gambar nomor 2. Serta ada tulisannya Kerja…Kerja…Kerja…

Tak hanya tabloid, ada juga kalender Prabowo-Gibran. Kalender bergambar capres nomor urut 2 itu terdapat narasi Prabowo-Gibran 2024 bersama Indonesia Maju. Selain itu juga ada kalender PSI dengan gambar Kaesang dan Jokowi.

Dihubungi terpisah, Komisioner Bawaslu Kudus bagian Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Heru Widiawan, mengatakan, secara isi dan materi tabloid Indonesia Maju tak melanggar, sebab tak ada adu domba dan hasutan.

Baca juga: AHY Tak Kampanyekan Prabowo-Gibran saat Temui Ribuan Kader Demokrat di Kudus

Namun, secara metode penyebarannya itu ada yang tidak sesuai, karena metode penyebaran juga diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), yakni harus izin atau surat pemberitahuan ke kepolisian.

“Itu pun jika yang menyebar adalah peserta, pelaksana atau tim kampanye. Sebab, pernah kami telusuri yang menyebar tabloid itu hanya relawan dan sukarela, sehingga kami tidak bisa menindaklanjuti bahwa ini pelanggaran,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (22/1/2024).

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER