BETANEWS.ID, PATI – Satreskrim Polresta Pati berhasil membekuk tersangka pembunuhan terhadap Suratman (56), Perangkat Desa Giling, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati.
Suratman yang menjabat sebagai Bayan Desa Giling meninggal dunia setelah ditusuk pisau sekitar pukul 04.30 WIB, pada Selasa (16/1/2024).
Baca Juga: Seorang Perangkat Desa di Pati Tewas Bersimbah Darah, Diduga Ditusuk Tetangganya
Korban dibunuh di kediamannya, Dukuh Srumbat RT 3 RW 3, Desa Giling. Pelakunya adalah SHW (25) yang merupakan tetangga korban.
Setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, terungkap fakta terkait motif peristiwa berdarah yang dilakukan pelaku.
Dalam konferensi pers di Mapolresta Pati, Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol M Alfan Armin menyampaikan, bahwa pelaku gelap mata karena kedekatan korban dengan ibu pelaku.
“Tersangka sakit hati melihat hubungan antara ibunya dengan korban,” ujar Kompol Alfan.
Menurut Kasat Reskrim, dari pengakuan tersangka, sebelum peristiwa penusukan terhadap Bayan Desa Giling itu, pelaku sempat nongkrong sambil minum minuman keras bersama teman-temannya sejak Senin (15/1/2024) malam sampai Selasa (16/1/2024) pukul 03.45 WIB.
Setelah itu, SHW pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Di dapur, dia bertemu dengan ibunya. Lalu tiba-tiba dia mengungkapkan kekesalannya atas hubungan gelap ibunya dengan Suratman.
“Setelah terjadi cekcok, pada pukul 04.30 WIB, tersangka langsung menghampiri kediaman Suratman yang masih satu RT dengannya,” bener Kasat Reskrim.
Pelaku kemudian mengetuk-ngetuk pintu rumah Suratman. Mengira ada tamu yang datang, anak Suratman membukakan pintu.
Begitu dibukakan pintu, SHW langsung menyelonong masuk ke dalam rumah. Pelaku kemudian bertemu korban di salah satu ruangan rumah tersebut.
Baca Juga: Tak Kampanyekan Prabowo-Gibran saat Safari Politik ke Pati, Ini Alasan AHY
Setelah itu, SHW menusuk korban dan selanjutnya pelaku pergi. Melihat korban mengalami penusukan, anak dari korban berteriak, sehingga tetangga berdatangan.
Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit oleh keluarga korban dan sampai rumah sakit meninggal dunia.
Editor: Haikal Rosyada

