Ombak Tinggi dan Peralatan Terbatas, Pencarian Nelayan Demak Dihentikan

BETANEWS.ID, DEMAK – Pencarian Fatkur Rozi (58) nelayan Desa Mandung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak yang hilang di tengah laut telah dihentikan.

Kabid Kedaulatan Logistik dan Peralatan, BPBD Demak Suprapto mengatakan, pada Sabtu (19/1/2024) dari pihaknya telah resmi menghentikan pencarian. Hal itu dikarenakan, kondisi ombak yang tinggi dengan peralatan terbatas. Sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan penyusuran.

Baca Juga: Pemkab Demak Pastikan Tidak Tarik Retribusi Swasta

-Advertisement-

“Dihentikan karena kami punyanya perahu karet kecil, ini ombak sangat besar terus kita cuman pakai perahu jadi gak bisa jalan, rasiko bagi petugas kita yang lebih riskan,” katanya, Selasa (23/1/2024).

Menurutnya, saat hari terakhir pencarian kondisi ketinggian gelombang laut pesisir Demak mencapai 2,5 meter dan ditambah dengan cuaca buruk. Kemudian pada waktu tengah hari, timnya balik arah dan menghentikan penyusuran.

“Tim Demak dari Sabtu itu terakhir, karena itu (ombak tinggi) sendiri pukul 12.00 WIB perahu mendarat lagi karena sudah tidak mampu menerjang ombak, ” terangnya.

Suprapto menambahkan, penyisiran jika menggunakan perahu karet hanya bisa dilakukan di dekat bibir pantai. Yaitu, sekitar pantai Sayung Demak sampai dengan perbatasan Jepara. Sedangkan untuk perahu karet milik Polisi Air dan Udara (Polairud), menyisir dari pantai Kaliwungu Kendal sampai dengan pulau Karimunjawa.

“Nggak (penyisiran di sungai). Kalau arus balik ombak kita itu mecah dua. Mecah ke barat selatan dan barat timur,” imbuhnya.

Sementara tim gabungan lainnya, yakni Polairud dan Badan SAR Nasional (Basarnas) telah memasuki pencarian hari ketujuh. Suprapto menyebut, apalagi hari ini masih belum ditemukan maka penyusuran terpaksa dihentikan, kecuali ada permintaan khusus dari keluarga.

Baca Juga: Waspada Hujan Lebat! Ini Wilayah Rawan Banjir di Demak

“Dari kami sudah kami hentikan, mungkin dari Basarnas ini hari ketujuh sudah terakhir. Kecuali ada permintaan dari keluarga dari Basarnas juga diperpanjang sesuai dengan SOP,” paparnya.

Diketahui, Faktur dinyatakan hilang pada Rabu (17/1/2024). Perahunya ditemukan di laut Wedung Demak oleh dua nelayan dalam keadaan berputar tanpa awak. Faktur merupakan seorang nelayan kecil yang setiap harinya mencari ikan di wilayah tersebut.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER