Waspada Hujan Lebat! Ini Wilayah Rawan Banjir di Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak telah menerapkan status siaga darurat. Sejumlah wilayah rawan banjir diminta untuk waspada karena tingginya intensitas hujan yang menyebabkan meluapnya aliran sungai.

Kabid Kedaulatan Logistik dan Peralatan, BPBD Demak, Suprapto, mengatakan, dari hasil pemetaan, terdapat tiga sungai besar yang berpotensi menyebabkan banjir karena curah hujan tinggi, yaitu Sungai Tuntang, Sungai Wulan, dan Sungai Setu.

“Tiga sungai itu yang harus diwaspadai dan lainnya alhamdulillah masih aman,” katanya, Sabtu (20/1/2024).

-Advertisement-

Baca juga: BPBD Demak Catat 20 Kejadian Pohon Tumbang Akibat Cuaca Buruk

Tidak hanya itu, beberapa sungai juga berpotensi kritis, seperti Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur yang dilewati Sungai Cabean; Desa Pecuk, Kecamatan Mijen yang dilewati Sungai Wulan; dan wilayah Kecamatan Karangtengah dan Guntur yang dilalui Sungai Setu. 

“Saat ini tanggulnya melorot. Kemarin sudah diperbaiki ternyata melorot lagi. Jadi kita waspadai setiap air di Sungai Cabean dan Jragung langsung dari teman-teman relawan dari Karangawen. Jadi ketinggian air terus kita pantau untuk perhitungkan tanggul yang ada,” jelasnya.

Ia menerangkan, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem akan berlanjut sampai Februari 2024. Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap bencana alam.

“Intensitas hujan diperkirakan dari BMKG itu sampai Februari. Tapi melihat situasi seperti ini, bagi saya, tidak Februari tapi sampai Maret. Status Demak siaga darurat sesuai dengan SK bupati mulai Desember 2023 sampai Maret 202,” terangnya.

Baca juga: Pencarian Nelayan Wedung Demak yang Hilang di Laut Terhambat Cuaca Buruk

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, pihaknya telah mengerahkan sejumlah relawan untuk membersihkan aliran sungai yang terhambat karena sampah. Selain itu, pemantauan juga terus digalakkan ke beberapa titik lokasi rawan bencana.

“Antisipasi itu untuk mengurangi beban yang terjadi. Memang saat air tinggi kita pantau dari tanggul. Yang kita perkiraan kritis kita pantau dan kontrol,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER