BETANEWS.ID, DEMAK – Rumah yang berada di komplek Makam Sunan Kalijaga, Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak jika dilihat secara sekilas mungkin terlihat biasa saja. Namun siapa sangka, jika rumah tersebut menyimpan banyak peninggalan bersejarah dari salah satu walisongo penyebar agama Islam di tanah Jawa.
Rumah itu milik Hermin, salah seorang keturunan Raden Mas Sahid nama asli Sunan Kalijaga yang gemar mengoleksi benda bersejarah peninggalan leluhurnya. Di dalam ruang tamunya itu sudah seperti museum mini dengan berbagai macam barang antik.
Baca Juga: Uji KIR Gratis, Dishub Demak Harap Pemilik Kendaraan Rajin Periksakan Kendaraannya
Tampak beberapa koleksi mulai dari ilustrasi wajah, foto masjid Kadilangu tempo dulu, kayu peninggalan Empu Supo, sampai dengan benda-benda zaman Pangeran Wijil V tertata di dinding ruang.
Menurut Hermin, kebanyakan koleksi miliknya itu diwariskan secara turun temurun. Seperti peninggalan batu penetral air yang berumur ratusan tahun. Batu ini dulunya digunakan untuk menjernihkan air yang keruh. Apabila air dimasukkan ke dalam batu dan didiamkan selama beberapa jam, air bisa dikonsumsi secara langsung.
“Dulu itu tidak ada ledeng adanya air blumbang, baunya (air) Kadilangu kan langu maka dimasukan di sini, dengan waktu 5 jam baunya sudah hilang jadi kayak aqua langsung diminum,” katanya, Sabtu (6/1/2024).
Selain itu, ada juga peninggalan yang tidak sengaja ditemukan di sekitar rumah. Yaitu serpihan kayu tempat tidur Pangeran Wijil V. Ia mengatakan, saat rumahnya direnovasi seorang tukang menemukan sebatang kayu yang memiliki ukiran khas.
“Balai kayu Pangeran Wijil V sekitar 1830an barang kali lebih tua, itu ketemunya di bawah tanah punyanya bapak,” ujarnya.
Tidak semua barang peninggalan bersejarah dipajang di ruang tamu, sebagian benda yang diwariskan oleh keluarga disimpan di tempat yang khusus. Diantaranya keris, tempat tidur kuno, batu akik, kayu-kayu kecil, dan lain-lain. Jika dihitung, lebih dari ratusan koleksi dimiliki Hermin. Termasuk peninggapan di luar dari era Sunan Kalijaga.
“Kalau ribuan sih tidak, cuman tidak terhitung. Ada yang koleksi pribadi seperti guci-guci bukan peninggalan (keluarga),” terangnya.
Baca Juga: KPU Demak Temukan Seribuan Surat Suara Pileg 2024 Rusak, dari Sobek hingga Kena Tinta
Menyimpan benda peninggalan Sunan Kalijaga, membuat orang-orang berdatangan untuk belajar sejarah secara langsung darinya. Mulai dari kalangan mahasiswa sampai dengan peniliti sejarah kuno.
“Kalau mau bertamu boleh, tamunya dari mana-mana tapi tidak bisa kalau momen besar nanti banyak orang yang datang,” paparnya.
Editor: Haikal Rosyada

