BETANEWS.ID, DEMAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Demak menemukan ribuan surat suara DPR RI dalam keadaan rusak. Hal itu diketahui saat hari pertama proses sortir dan pelipatan, di aula IPHI Jogoloyo Demak, Kamis (4/1/2024).
Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati mengatakan, dari hasil sortir dan lipat surat suara di hari pertama telah ditemukan 1.686 lembar surat suara dalam keadaan rusak. Kerusakan itu, terjadi lantaran kertas sudah dalam keadaan sobek dan terdapat bercak tinta.
“Rusaknya itu macam-macam ya, ada karena sobek, ini sobeknya sampai dalam itu kan tidak baik. Ada yang sobek tengah itu juga ada mungkin terlalu keras atau gimana, yang paling banyak itu bercak. Kalau sudah di lingkaran di kotak itu tidak diperbolehkan apalagi sampai masuk ke kotak,” katanya, Jumat (5/1/2024).
Baca juga: 378 Orang Sortir dan Lipatan Surat Suara Pemilu 2024 di Demak
Menurutnya, ribuan surat suara DPR RI yang disrotir itu dipastikan dalam keadaan rusak, sehingga dalam pemilihan legislatif (pileg) 2024 tidak dapat digunakan kembali.
“Kemarin yang banyak warna biru, warna hitam, warna kuning, warna merah, itu dia banyak bercak-bercaknya kita tidak berani, karena bercaknya sudah melebihi besarnya coblosan. Itu dikhawatirkan nanti sudah dicoblos di awal. Padahal sebenarnya itu bukan di coblos tapi bercak. Makannya itu masuk dalam kategori surat suara rusak,” terangnya.
Sedangkan surat suara yang rusak nantinya akan dilaporkan dan dikembalikan ke KPU RI untuk proses penggantian. Adapun penggantinya disesuaikan dengan jumlah kerusakan dari hasil sortir.
“Tentunya pasti akan ditambah, ada pengadaan lagi, karena tidak mungkin. Karena jumlah surat suara kita itu kan pas. Tidak kurang tidak lebih. Nambahnya sesuai angka kerusakan,” bebernya.
Baca juga: Honor Lipat Surat Suara Menggiurkan, Ibu-ibu ‘Mindring’ Rela Tinggalkan Kerjaan
Proses sortir dan lipat surat suara yang melibatkan sekitar 378 orang dalam 54 tim, telah menghabiskan 406 kardus atau 201.293 lembar. Padahal, pihaknya telah menargetkan per timnya bisa mengerjakan 5.000 lembar atau sekitar 500 kardus dalam sehari.
“Jadi kalau yang kemarin target kita kan di 10 kardus ya, di angka 500 kardus jadi memang kemarin tidak ada yang di angka 10 kardus atau 5.000 karena kan kita mulainya pukul 9.00 WIB. Kalau hari-hari awal itu kan mereka masih penyesuaian. Jadi masih latihan bahasanya gitu. Kemarin itu rata-rata di angka 7, 8, 9 kardus,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

