31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kunjungi Sentra Ukir Gebyok di Jepara, Ganjar Diminta Carikan Solusi Akses Permodalan

BETANEWS.ID, JEPARA – Calon Presiden (capres) Ganjar Pranowo, mengunjungi pengukir gebyok di Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Selasa (2/1/2024). Sesampainya di lokasi, calon nomor urut tiga itu langsung disambut antusias oleh masyarakat yang telah menunggu. Selain berdialog, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga menyempatkan diri belajar mengukir.

Di sela-sela dialog, salah seorang pengrajin gebyok, Muslikan (50), bercerita salah satu kendala para pengrajin yaitu kesulitan dalam mencari modal. Modal mereka biasanya cair secara bertahap, sehingga kemudian habis hanya untuk membayar tenaga pengukir dan membeli kayu.

“Modal ini biasanya kita terima bertahap, Rp5 juta, Rp10 juta, Rp15 juta. Di saat dapat 15 juta sudah habis untuk tenaga dan kayu. Kemudian tidak bisa menjual kita berhenti. Kita mengharapkan Pak Ganjar datang ke sini, bisa dicarikan solusi kemudahan dalam permodalan,” katanya.

-Advertisement-

Baca juga: Ganjar Janjikan Petani Mudah Dapat Pupuk Subsidi Cuma Pakai KTP, Kartu Tani Dihapus

Menurut Muslikan, di Desa Blimbingrejo terdapat sekitar 100 pengrajin gebyok dengan rata-rata memiliki 5-10 karyawan. Dengan kemudahan akses modal, ia berharap para pengrajin yang usahanya mandek dapat kembali berjalan.

Menanggapi hal tersebut, Ganjar sendiri belum memberikan solusi yang spesifik. Ia hanya berujar bahwa terkait persoalan modal akan dibantu oleh rekannya yang berada di DPR.

“Ukir ini sepertinya masih menjadi idola khususnya gebyok. Penjualannya juga masih bagus dengan memanfaatkan media sosial yang ada. Hanya saja memang modal masih menjadi kendala. Tapi tadi ada temen dari DPR yang sudah siap membantu,” katanya.

Terlepas dari hal tersebut, ia mengatakan bahwa sebagai salah satu kekayaan daerah, ukir khususnya Gebyok harus tetap dilestarikan. Ia juga mendapat usulan agar mendirikan sekolah vokasi khusus ukir. Sehingga ke depan, Kabupaten Jepara tetap menjadi pusat ukiran.

Baca juga: Di Hadapan Ribuan Petani Demak, Ganjar Janjikan Tambah Stok Pupuk Agar Tak Langka Terus

Terlebih, ukiran gebyok belum bisa diproses menggunakan mesin, sehingga regenerasi terhadap pengukir Gebyok sangat dibutuhkan.

“Dulu ada cerita orang dari Tiongkok belajar ukir di sini, kemudian membuat mesin CNC yang bisa menghasilkan ukir dalam waktu cepat, tetapi kerumitan itu tidak bisa dilakukan jika menggunakan CNC. Sehingga handmade itu tetap lebih hebat,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER