BETANEWS.ID, KUDUS – Setelah sukses dengan usaha kuliner Keong Srutup Sayur Daun Singkil, Owner Rumah Makam Kampoeng Sawah Segaran, Rif’an Hamim kini merambah dunia politik. Hal itu dilakukan karena selama puluhan tahun warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Undaan tak ada yang terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus.
Hamim, mengatakan, memang banyak orang yang bertanya atas keputusannya terjun ke dunia politik. Apalagi perpolitikan saat ini biayanya sangat besar. Namun, melihat kenyataan bahwa selama 20 tahun tak ada warga NU di Kecamatan Undaan dari partai hijau yakni PKB dan PPP, sehingga memantabkan niatnya untuk terjun ke dunia politik.
“Saya nyaleg anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus melalui PKB di Pemilu 2024 mendatang,” ujar Hamim saat ditemui di Rumah Makan Kampoeng Sampah Segaran, Minggu (1/1/2024).
Baca juga: PKB Kudus Akan Beri Kompensasi pada Caleg Gagal, Segini Nominalnya
Ia pun masih percaya bahwa warga NU di Kudus, khususnya di Kecamatan Mejobo, Bae, dan Undaan masih punya jiwa militan, sehingga di Pemilu 2024 mereka akan memilih caleg sesama warga NU dari PKB.
Hamim berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan warga terutama NU dan petani, yakni dengan cara menciptakan ketahanan pangan untuk menopang perekonomian keluarga.
“Bukan ketertinggalan ekonomi ya, tapi untuk ditingkatkan lebih lagi, agar tercipta ketahanan ekonomi keluarga. Kebutuhan rumah tangga tidak selalu bergantung pada sang suami yang harus merantau ke luar kota untuk bekerja. Umumnya di Undaan kan seperti itu,” ungkap warga Desa Undaan Lor tersebut.
Hamim menyadari, perjuangannya tidak lah mudah karena ia merupakan kontestan baru dalam dunia politik. Terlebih, ia berada di daerah pilihan (Dapil) 4 Kecamatan Mejobo, Bae, dan Undaan yang disebut sebagai dapil neraka.
Baca juga: Jika AMIN Menang Pilpres 2024, 75 Persen Belanja Pemerintah Wajib ke UMKM
Oleh karenanya, ia pun mempersiapkan pencalegannya lebih awal. Terhitung setahun terakhir dirinya bergerilya membentuk tim pemenangan, baik koordinator Kecamatan (Korcam), Koordinator Desa (Kordes), maupun Koordinator tingkat Rukun Tetangga (KoorRT).
“Alhamdulillah semua sudah terbentuk. Dan, mudah-mudahan apa yang kita lakukan selama ini baik konsolidasi, validasi data dan segala macam bisa membuahkan hasil yang maksimal pada Pemilu yang diselenggarakan Rabu (14/2/2024),” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

