31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Diprotes Masyarakat, DLH Jepara Sebut TPA Karimunjawa Sudah Sesuai Prosedur

BETANEWS.ID, JEPARA – Bau menyengat serta serangan lalat yang berasal dari Tempat Pembungan Akhir (TPA) Karimunjawa sejak dua pekan terakhir menimbulkan rasa tidak nyaman bagi masyarakat di Dukuh Alang-alang RT 3/RW 4, Desa/Kecamatan Karimunjawa. Pengolahan sampah di TPA yang dibangun sejak tahun 2021 juga disebut tidak sesuai prosedur.

“Semua jenis sampah langsung dibuang ke TPA. Sekarang sudah hampir penuh. Upaya pengolahan atau daur ulang tidak ada. Petugas hanya memilah botol-botol,” kata Ahmad Najib, warga Karimunjawa pada Jumat (12/1/2024) melalui sambungan telepon.

Baca Juga: Sidak Apotik, DPRD Jepara Temukan Obat Kadaluwarsa

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA, Suparsono mengatakan bahwa selama ini proses pengolahan sampah di TPA yang menelan anggaran Rp 18,5 miliar sudah sesuai Standar Operasional Pelaksana (SOP).

Dimana sampah pada saat sampai di TPA sudah lebih dulu di pilah oleh warga. Di TPA sendiri juga terdapat petugas yang memilah sampah. Setelah dipilah, sampah kemudian akan ditata dan di uruk menggunakan tanah agar tidak menimbulkan bau.

Sampah yang sudah dipilah kemudian diproses di Pusat Daur Ulang (PDU) yang berada satu lokasi dengan TPA.

“Kalau sesuai SOP sudah dilaksanakan, cuma kurang maksimal, karena tenaganya tidak memadai. Tidak sesuai dengan yang ditangani,” katanya pada Sabtu (13/1/2024).

Kemudian terkait serangan lalat, hal tersebut menurutnya wajar terjadi ketika musim penghujan. Sedangkan terkait bau, ia menjelaskan tumpukan sampah menghasilkan gas metana. Sehingga saat diangkat oleh eksavator, bau tersebut kemudian menguar di udara.

“Kalau musim penghujan dimana-mana pasti banyak lalat, tapi kalau musim panas kan tidak ada. Dan kalau bau, pada saat sampah diangkat pakai alat berat kan gas metana keluar, dan karena itulah baunya disitu. Tapi kalau sudah ditata saya kira tidak terlalu bau,” katanya.

Baca Juga: Desa Bulak Baru Jepara Masih Rawan Abrasi

Agar permasalahan tersebut tidak menimbulkan kekacauan di masyarakat, dari DLH pada Senin (15/1/2024) depan akan mendatangi langsung TPA Karimunjawa. DLH juga akan menambah petugas di PDU dan TPA Karimunjawa, sehingga nantinya total terdapat sembilan petugas.

“Dari DLH akan berupaya untuk menyelesaikan masalah itu secepatnya, sehingga besok Senin akan kesana,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER