Dia menjelaskan, kegiatan belajar pagi itu merupakan pembelajaran berbasis inkuiri yaitu bermain sambil belajar. Sehingga dari kegiatan tersebut, guru mencoba untuk menerapkan lima elemen yang ada pada metode pembelajaran berbasis inkuiri, yakni amati, bertanya, cari tahu, diskusi, dan evaluasi (ABCDE).

“Amati, siswa-siswi diajak untuk mengamati apa saja bahannya yang digunakan saat lompat tali. Bertanya, guru memberi kesempatan mereka untuk bertanya apa yang mereka ingin tanyakan. Cari tahu, contohnya bagaimana cara pembuatan lompat tali. Kemudian diskusi, mereka diajak berdiskusi bersama teman ataupun guru untuk menemukan jawabannya,” ujarnya.
Dan yang terakhir, katanya, adalah evaluasi. Guru pendamping kelas akan bertanya dan meminta para siswa bercerita tentang kesan mereka. Hal itulah yang akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sana.
Baca juga: Asah Kreativitas, Siswa TK Cahaya Nur Ikuti Cooking Class Membuat Pisang Cokelat
“Dengan komunikasi bersama siswa kami akan tahu seberapa paham mereka. Jika kurang efektif ya kami perbaiki lagi,” tambah Lelly.
Athaletha Kekira Almira, siswi kelas B1, TK Aisyiah Terpadu Birrul Walidain, mengaku senang dengan permainan tersebut. Menurutnya, permainan itu baru pertama kali ia mainkan.
“Tadi kegiatan belajarnya seru. Aku bermain lompat tali baru pertama kali ini. Tapi lama merangkai gelang karetnya,” ungkapnya.
Editor: Suwoko

