Setelah membeli jajanan tradisional, siswa-siswi RA Tarbiyatul Islam diajak kembali ke sekolah dengan naik angkutan. Sesampainya di sekolah, mereka diperbolehkan untuk memakan jajanan yang mereka beli dari pasar.

Menurut Safaah, di antara guru RA Tarbiyatul Islam yang ikut mendampingi, mengatakan, kegiatan belajar di pasar tradisional ini banyak mengandung nilai edukasi yang ingin diajarkan kepada para siswa. Menurutnya, nilai edukasi yang bisa diterima para siswa antara lain rasa percaya diri dan komunikasi. Selain itu, para siswa juga bisa belajar kedisiplinan, keberanian, dan kejujuran.
“Contohnya ketika para siswa diminta untuk berjalan, antre dan tidak berlarian, mereka sedang belajar disiplin. Kemudian kejujuran, siswa-siswi belajar jujur melalui hal sederhana, yaitu ketika membeli jajanan dan ambil sendiri,” ungkapnya.
Tak hanya bermanfaat dalam membentuk karakter siswa-siswinya, menurut Safaah, sekolah juga ingin mengenalkan alat pembayaran yang digunakan saat melakukan transaksi jual beli. Hal itu lantaran para siswa RA Tarbiyatul Islam memang tidak diizinkan membawa uang saku. Sehingga, melalui kegiatan belajar tersebut mereka secara tidak langsung belajar tentang mata uang.

