BETANEWS.ID, DEMAK – Gereja Kristen Jawa (GKJ) merupakan tempat peribadatan jemaat Kristiani tertua dan pertama di Kabupaten Demak. Keberadaannya bahkan sudah ada sejak tahun 1950-an.
GKJ ini berada di belakang Pasar Bintoro dengan alamat Jalan Betengan, Petengan Selatan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Gereja ini juga menjadi bukti adanya sejarah persebaran agama Kristen yang ada di Kota Wali.
Baca Juga: Temuan Arca Jadi Bukti Peradaban Hindu Pernah Eksis di Demak
Pendeta GKJ, Jefa Teguh Saroso mengatakan, bangunan gereja saat ini mengalami banyak perubahan dari awal didirikan. Bermula hanya beratapkan kayu dengan bangunan sederhana seluas 24×14 meter, sekarang lebih megah dengan luas 26×12 meter dilengkapi rumah pastor dan emiliki fasilitas lebih layak daripada sebelumnya.
“Saat itu gereja yang cukup kecil sederhana tetapi cukuplah untuk menampung jemaat yang membutuhkan tempat ibadah,” katanya, Rabu (20/12/2023).
Menurut Jefa, penyebaran agama Kristen di Demak justru diawali di Desa Karangmlati. Pada tahun 1930-an terdapat tenaga kesehatan dengan misi kemanusiaan menetap di sana. Kegiatan keagamaan dilakukan secara berkelompok dan berpindah-pindah ke rumah antar jemaat. Hingga lambat laun, jumlah jemaat semakin bertamah sehingga membutuhkan gereja untuk tempat peribadatan tetap.
“Itu yang menjadi patokan berdirinya Gereja Kristen Jawa Demak, namun sejatinya persekutuan Kristen sudah dimulai sejak tahun 1930-an,” ujarnya.
“Dari ibadah dari rumah ke rumah dan saking banyaknya, Puji Tuhan ada seseorang yang menawarkan tanah untuk dibeli murah dan digunakan untuk membangun gereja, ” imbuhnya.
Pada tahun 1955 GKJ telah resmi ditetapkan sebagai lembaga yang mandiri dan lepas dari pepanthan gereja di Semarang. Kemudian, muncullah beberapa gereja lainnya yang terbangun di wilayah Kabupaten Demak, diantaranya GKJ Puri Asih Desa Kedondong, GKJ Demak Pepanthan Bolo Bango, GKJ Pepanthan Mojosimo Gajah dan GKJ Demak Pepanthan Cabean.
Baca Juga: Hal Mistis Jadi Hambatan Pembangunan Jembatan Genderuwo Banjarsari Demak
“Waktu itu 100 lebih jemaat dan sekarang dari induk sampai ke pepanthannya kurang lebih 600-an jemaat,” paparnya.
Terdapat keistimewaan tersendiri bagi ajaran agama Kristen di GKJ Demak, yakni tradisi Jawa selalu dilibatkan dalam kegiatan peribadatan. Seperti diantaranya, menggunakan bahasa krama Jawa saat kegiatan ibadah dan acara syukuran dengan cara tumpengan tanpa menghilangkan nilai kelokalan.
Editor: Haikal Rosyada

