BETANEWS.ID, JEPARA – Puluhan Ulama’, Kiai, Habaib, hingga santri dari Kabupaten Jepara, Kudus, dan Demak mengikuti kegiatan doa bersama keselamatan dan kemenangan, pasangan nomor urut satu, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN).
Acara tersebut bertempat di Pondok Pesantren Al-Husna 5, Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, pada Rabu (6/12/2023).
Baca Juga: Warga Kedung, Jepara Diminta Bersabar, Air PDAM Bisa Lancar di Awal Tahun
Rubiyanto, Dewan Pembina Relawan JAS BIRU (Jajaran Anies Solid Bersatu Indonesia Perubahan) mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga sekaligus untuk mendulang dukungan suara kepada pasangan AMIN di Jepara.
“Hari ini kita adakan doa bersama dan dukungan untuk Paslon Anis – Muhaimin sekaligus sosialisasi kepada masyarakat, seperti yang sudah disampaikan oleh gus wafi agar Pak Anies – Muhaimin surveinya bisa semakin meningkat,” katanya pada beberapa media yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat ini konsentrasi untuk memperoleh dukungan suara terhadap pasangan dari koalisi perubahan tersebut juga akan difokuskan pada kalangan Nahdliyin.
Terlebih daerah Jepara sendiri menurutnya juga menjadi basis bagi suara Nahdliyin.
“Semua masyarakat (kita minta dukungan), Alhamdulillah menjadi basisnya Nahdliyin juga di Jepara ini dan semua kalangan bisa hadir,” tambahnya.
Achmad Mundhoffar, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Husna menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pondok pesantren. Sebab pasangan AMIN memiliki latar belakang yang berasal dari kalangan agamis.
Usai kegiatan tersebut, ia menitipkan pesan kepada seluruh jamaah yang hadir agar ketika memilih pemimpin berdasarkan pada agama.
“Kita sampaikan memilih pemimpin bukan sekedar yang memberi uang, karena dasar agama, karena dasar cinta pada negara, hubbul wathon minal iman,” katanya.
Baca Juga: Pj Bupati Jepara Izinkan ASN Jadi KPPS
Menurutnya hal tersebut tidak termasuk dalam politik identitas, tetapi karena umat islam merupakan umat beragama. Sehingga ketika memilih pemimpin juga harus berdasarkan pada agama.
“Pilihlah pemimpin atas dasar agama, ini tidak menjual negara atau menjual suara, bukan untuk siapapun, karena kita cinta negeri ini sehingga kita pilih pemimpin yang paling baik untuk negeri ini,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

