Penjual Terompet Tahun Baru di Kudus Diserbu Pembeli, Harganya Mulai Rp5 Ribu

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan terompet tersusun rapi di sebuah rak dagangan milik Suyono di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, tepatnya sebelah SPBU Kretek Kopi Kudus. Berbagai jenis terompet itu sengaja dipajang supaya bisa menarik minat pembeli, jelang perayaan Tahun Baru 2024. 

Yono begitu sapaan akrabnya mengatakan, mengawali pembuatan terompet untuk momen tahun baru itu dilakukannya sejak awal Desember 2023. Ratusan terompet yang dia buat pun sudah laku oleh tengkulak dari Kudus maupun Jepara. Hingga saat ini, ia masih membuat terompet untuk dijual sendiri maupun pesanan dari tengkulak.

Alhamdulillah tahun ini untuk penjualan terompet sudah mulai meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, peningkatan itu tidak seperti penjualan saat sebelum pandemi yang ada banyak tengkulak yang memesan,” bebernya saat ditemui, Rabu (27/12/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Sediakan Kaus Sablon Satuan Jadi Cara Jitu Diponegoro Print Pasarkan Produk ke Beberapa Daerah

Di tempatnya, ia menjual banyak jenis terompet, mulai dari yang biasa, dot, naga spon, naga kertas, kupu-kupu, Upin Ipin, dan Marsha. Di antara terompet itu, yang paling sulit adalah pembuatan terompet naga.

“Untuk harga berbeda, terompet biasa Rp5 ribu, terompet dot Rp10 ribu, terompet naga spon Rp25-30 ribu, terompet naga kertas Rp20-25 ribu, kupu-kupu Rp15-20 ribu, Upin Ipin dan Marsha Rp20 ribu,” rinci warga Grobogan tersebut.

Di tahun ini, Yono berencana untuk memproduksi seribuan terompet. Menurutnya, dalam sehari saat ini setidaknya ada 20 terompet yang laku. Banyak pembeli itu kebanyakan lebih memilih terompet naga, sebab dari segi tampilan lebih bagus dari jenis lainnya.

“Harapannya nanti saat puncak tahun baru hujan tak begitu deras dan langsung reda. Supaya pembeli juga banyak yang membeli terompet,” tuturnya.

Baca juga: San Florist Hadir untuk Kamu yang Bingung Cari Kado Buat Orang Tersayang

Ia menambahkan, usaha memanfaatkan momen itu dianggap menghasilkan banyak keuntungan. Karena hanya setiap satu tahun sekali. Ia mengaku, dalam produksinya tahun lalu bisa menghasilkan keuntungan hingga jutaan rupiah.

“Saya menekuni pembuatan terompet di momen tahun baru sekitar 10 tahun yang lalu. Hingga saat ini masih rutin karena momen yang tepat,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER