BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah kaus terlihat terjajar saat masuk ke Diponegoro Print yang berlokasi di Jalan Diponegoro No 56, Desa Burikan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Kaus-kaus itu punya gambar beragam, menunjukkan pemesannya juga berbeda-beda.
Menurut Owner Diponegoro Print, Tauchid Hidayat (58), usaha kaus sablonnya itu punya produk unggulan yaitu cetak satuan sejak Februari 2023. Sistem itu ia rintis karena kebutuhan kaus yang tidak ada habisnya dan selalu up to date, membuat usaha pembuatan kaus selalu banyak permintaan.
“Di sini menyediakan permintaan berbagai kaus, baik jersey, kaus polos, kaus distro, dan lain sebagainya,” katanya saat ditemui di toko yang buka mulai pukul 9.00-16.30 WIB, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Wah! Kaus Produksi Diponegoro Print Dipakai Iriana Jokowi di Acara Reuni SMAN 3 Solo
Pria yang akrab disapa Dayat itu menjelaskan, usaha kaus sablon, menurutnya sangat bagus prospeknya. Dengan usaha yang sudah berjalan sekitar tujuh bulan itu, permintaan kaus sablon sudah hampir mencapai 10.000 kaus.
“Untuk sekarang ini kan desain kaus selalu bermacam-macam dan selalu kekinian. Nah, kami melayani konsumen dengan desian sendiri maupun desain kami yang buat. Jadi tergantung konsumennya,” ungkapnya.
Ia mengaku, hingga saat ini pengembangan usahanya itu banyak diminati dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dari Kudus, Pati, Demak, Semarang, Solo, Sidoarjo, Surabaya, Jakarta, bahkan hingga Bengkulu.
“Kalau untuk harga kaus sablon per satunya mulai dari Rp55 ribu sampai Rp100 ribu, tergantung bahan dan ukuran kaus. Untuk bahan kaus menggunakan bahan katun combed dengan ukuran 24s dan 32s,” rinci bapak lima anak tersebut.
Baca juga: Jelang Masa Kampanye, Pesanan Kaus Partai Mulai Mengalir Deras ke Tukang Sablon di Kudus
Ia menambahkan, usaha kaus sablon satuan tersebut sebagai langkah untuk menjembatani bagi mereka yang ingin menyablon kaus satuan. Sebab, kabanyakan di usaha pembuatan kaus, harus ada minimal order, sehingga tidak bisa melayani konsumen secara umum.
“Jadi dengan langkah seperti ini, konsumen yang mau order satuan maupun kuantitas bisa terlayani. Untuk saat ini karena memang masih terbilang baru, permintaan bisa dikatakan bagus. Harapannya ini bisa semakin mengangkat nama apparel Dipo, agar semakin ramai lagi,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

