BETANEWS.ID, DEMAK – Honor Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 naik mencapai 100 persen. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Demak, Siti Ulfaati, mengatakan, Ketua KPPS pada Pemilu 2024 akan mendapatkan honor Rp1,2 juta sedangkan untuk anggota KPPS Rp1,1 juta. Sedangkan pada Pemilu 2019 KPPS hanya diberikan honor Rp500 ribu.
Menurutnya, kenaikan honor itu sebagai bentuk apresiasi kinerja KPPS dalam membantu pelaksanaan Pemilu. Mengingat, KPPS menjadi bagian terpenting dalam proses pemungutan suara.
“Kemarin memang sedikit, diakui atau tidak beban KPPS kan sangat berat dan KPPS itu ujung tombak dari pelaksanaan pemilu tahun 2024, karena pelaksanaan dan perhitungan dilakukan di tingkat KPPS,” katanya, Jumat (22/12/2023).
Baca juga: Surat Suara Pemilu 2024 Belum Tiba, KPU Demak Pastikan Tidak Ada Keterlambatan
Saat ini, KPU Demak telah selesai melakukan tahap pendaftaran KPPS yang dibuka secara umum kepada masyarakat. Hasil dari data tersebut, nantinya akan diseleksi kembali dan dipilih sesuai dengan ketentuan persyaratan yang ditetapkan oleh KPU RI.
“Kemarin hari terakhir pendaftaran KPPS yang mana kita tutup tanggal 20 Desember 2023 pukul 23.59 WIB. Kalau kebutuhan kita itu 7×368 orang atau ada sekitar 25.606 KPPS,” paparnya.
Ulfa menyebut, terdapat persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh KPPS, yakni panitia pelaksana Pemilu 2024 diutamakan mempunyai kemampuan bidang digital dan update dengan segala informasi.
“Kalau antisipasi ada persyaratan usia minimal 17 tahun maksimal 55 tahun. Jadi kita utamakan yang masih fresh. Selain itu kami utamakan KPPS itu melek digital berarti kan yang lebih muda,” terangnya.
“Selain itu, perbedaan dari tahun 2019 KPPS kan harus menyalin C Plano ada 60 lembar yang diserahkan masing-masing saksi. Cuman yang sekarang disalin ke A4 kemudian ditandatangani dan digandakan dimasukkan dalam aplikasi Sirekap, jadi kami sudah berbasis aplikasi,” imbuhnya.
Baca juga: Butuh 24.430 KPPS, KPU Jepara Berharap Partisipasi Masyarakat
Dalam menyambut panitia pelaksana Pemilu yang baru, Ulfa juga menyiapkan berbagai antisipasi terjadinya insiden saat berlangsungnya pemungutan suara. Salah satunya dengan memilih tenaga KPPS yang benar-benar sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit berat.
“Kemudian di surat kesehatan harus dilampiri gula darah dan kolesterol artinya yang normal jadi pertimbangan kami, walaupun sebenarnya kami tidak menolak tapi itu bisa jadi bahan pertimbangan dalam menentukan KPPS,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

