31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Fokus Pengembalian Dana Nasabah, Pemkab Jepara Bentuk Tim Penyehatan BPR Jepara Artha

BETANEWS.ID, JEPARA – Menindaklanjuti adanya rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membentuk tim penyehatan bagi PT. BPR Jepara Artha yang saat ini sedang tersandung kasus penyaluran dana kampanye ilegal salah satu pasangan calon peserta Pemilu 2024.

Pj Bupati Jepara, Edi Suprianta menjelaskan bahwa tim tersebut akan bertugas untuk merumuskan langkah-langkah penyehatan bagi bank milik Pemkab Jepara tersebut serta berfokus untuk mengembalikan dana nasabah.

Baca Juga: Waswas BPR Jepara Artha Bangkrut, Nasabah Berbondong-bondong Tarik Uang Tabungan

Ia juga menambahkan bahwa uang milik masyarakat yang tersimpan di BPR Jepara Artha aman dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Masyarakat agar tidak panik. Jangan panik dan membawa deposito secara berlebihan. Kami menjamin tabungan masyarakat aman,” katanya dalam pers rilis yang berlangsung di Gama Resto BSB Semarang, Minggu (24/12/2023).

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko mengatakan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu yang berkembang.

Ia mengatakan bahwa pemerintah terus berkomunikasi aktif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemkab juga telah menerbitkan SK Bupati nomor 580.1.2/302 tahun 2023 tentang Tim Penyehatan Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Bank Jepara Artha.

“Tim tersebut terdiri dari Bupati Jepara sebagai Pengarah I, Sekretaris Daerah Jepara sebagai pengarah II, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara sebagai Ketua,” katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya sempat ramai diperbincangkan bahwa PT. BPR Jepara Artha akan mengalami colapse (bangkrut). Isu itu menyebar ketika dari BPR Jepara Artha memberikan informasi kepada nasabah bahwa bank tersebut sedang tidak menerima dana simpanan dan hanya bisa melakukan penarikan.

Dari hal tersebut kemudian diketahui bahwa terdapat 35 dibetur yang syarat agunannya bermasalah karena agunan tersebut belum atas nama debitur yang bersangkutan.

Baca Juga: Terseret Kasus Dana Kampanye Salah Satu Capres, BPR Jepara Artha: ‘Kami Tak Kenal 27 Debitur Itu’

Sehingga atas hal tersebut, OJK melarang Bank Jepara Artha menghimpun dana dari nasabah sampai bulan Februari mendatang.

Usai temuan tersebut, kemudian ramai diberitakan jika bank milik Pemkab Jepara tersebut menyalurkan dana kredit kepada 27 debitur. Dana tersebut kemudian di alirkan kepada MIA, yang merupakan salah satu simpatisan partai peserta Pemilu.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER