BETANEWS.ID, PATI – Puluhan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) yang diduga hendak tawuran di Dukuh Krajan, Desa/Kecamatan Kayen, Pati, lari kocar kacir saat didatangi polisi.
Kapolsek Kayen, AKP Imam Basuki mengatakan, kejadian itu terjadi pada Kamis (14/12/2023) siang. Pada saat itu, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada puluhan pelajar SMP berbondong-bondong di sebuah pos ronda.
Baca Juga: Ribuan Pemilih Pemula Pati Masih Belum Rekam E-KTP, Paling Banyak Sukolilo
Mereka diindikasikan hendak tawuran dengan pelajar lainnya. Usai mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung bergegas ke lokasi. Benar saja, pelajar itu berkumpul di tempat tersebut.
Setelah melihat jajaran kepolisian, puluhan pelajar itu kocar-kacir melarikan diri ke berbagai arah. Meski demikian, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah pelajar.
”Ternyata memang di sana ada anak- anak pelajar. Mereka langsung lari setelah kami datang. Kami berhasil mengamankan dua remaja. Kemudian kami sisir lagi dan berhasil mengamankan delapan remaja lainnya. Jadi total 10 pelajar,” ujar AKP Imam Basuki, Jumat (15/12/2023).
Tak hanya itu, pihaknya menemukan sebah tas. Setelah digeledah, tas itu ternyata berisikan tiga buah besi yang diduga hendak digunakan untuk tawuran.
”Besi setinggi 30-40 cm. Kami juga mengamankan sejumlah sepeda motor,” ungkapnya.
Setelah itu, pihaknya menggelandang para pelajar itu ke Mapolsek Kayen. Pihaknya juga mengundang orang tua siswa maupun pihak sekolah.
”Terus mereka kami bawa ke kantor untuk dilakukan pengarahan dan pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Kami undang orang tua dan guru mereka,” imbuhnya.
Baca Juga: Kecelakaan Truk Muatan Gandum Sempat Bikin Macet Jalur Pantura Pati
Setelah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi, para pelajar ini kemudian diserahkan kepada orang tua masing-masing. Pihaknya berharap aksi ini tidak terulang lagi di kemudian hari.
Ia menduga motif para pelajar hendak tawuran ini lantaran jengkel saat saling balas komentar di media sosial (medsos). Mereka kemudian janjian untuk tawuran di Desa Kayen.
Editor: Haikal Rosyada

