31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Cerita GITJ Donorojo Jepara, Dulu Tempat Penyembuhan Penyakit Kusta

BETANEWS.ID, JEPARA – Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) Donorojo yang berada di Dukuh Donorojo, Rt 2/Rw 10 Kelurahan Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara merupakan salah satu gereja tua yang ada di Jepara.

Bangunan gereja dengan ukuran lebar 12, panjang 17 dan tinggi 12 meter tersebut dulunya didirikan sebagai tempat beribadah bagi para pasien kusta di Rumah Sakit Kusta Donorojo, yang berdiri di samping bangunan gereja.

Baca Juga: Waswas BPR Jepara Artha Bangkrut, Nasabah Berbondong-bondong Tarik Uang Tabungan

Gereja tersebut diresmikan oleh Dr. H. Bervoet pada tahun 1935 yang merupakan direktur Rumah Sakit Kusta Donorojo. Kornelius Suyoto (58), Pendeta GITJ Donorojo bercerita bahwa berdirinya bangunan gereja tidak terlepas dari sejarah Donorojo.

Dimana kata Donorojo menurutnya berasal dari kata “Dana” dan “Raja” yang berarti hadiah atau pemberian dari raja. Dimana raja yang dimaksud yaitu pemerintahan Hindia Belanda yang pada tahun tersebut masih menguasai Indonesia.

Ia bercerita bahwa pada masa itu Belanda datang ke wilayah yang saat ini dinamai Donorojo karena ingin mengumpulkan orang-orang yang menderita penyakit kusta. Hingga kemudian Belanda mendirikan Rumah Sakit Kusta dan memberikan sejumlah lahan rumah bagi para penderita Kusta yang berobat di rumah sakit tersebut.

“Jadi (Belanda) dalam mengobati pasien kusta ini tidak hanya secara lahirnya tetapi juga fisik, sehingga kemudian didirikanlah gereja yang saat ini diberi nama Gereja Injili Tanah Jawa Donorojo,” katanya pada Betanews.id, Senin (25/12/2023).

Ia menjelaskan bahwa bangunan gereja tersebut sampai saat ini juga masih terjaga keasliannya. Meskipun di bagian atap gereja dan salip sempat diganti karena tersambar oleh petir.

Namun sisi lain dari bangunan tersebut menurutnya tidak terjadi perubahan. Di samping pintu masuk gereja tersebut terdapat lorong yang di dalamnya terdapat lonceng yang juga merupakan peninggalan dari jaman Hindia Belanda. Bangunan lonceng tersebut memiliki ketinggian 25 meter.

Baca Juga: Terseret Kasus Dana Kampanye Salah Satu Capres, BPR Jepara Artha: ‘Kami Tak Kenal 27 Debitur Itu’

Gereja yang berdiri di atas lahan dengan panjang 30 dan lebar 60 meter tersebut juga memiliki bentuk yang unik. Yaitu atapnya berbentuk segi lima. Bagian dalam dari Gereja tersebut juga masih didominasi oleh bahan dari kayu.

Keberadaan gereja tersebut menurutnya juga menjadi cikal bakal tumbuhnya agama Kristen di Jepara. “Selain Donorojo, ada juga di Kelet yang mendirikan juga dari Belanda,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER