31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Terancam Punah, Djarum Foundation Berhasil Deteksi Keberadaan 14 Ekor Macan Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Tim Bakti Lingkungan Djarum Foundation berhasil mendeteksi 14 ekor macan yang masih hidup di Pegunungan Muria. Penemuan ini menjadi angin segar di tengah ancaman kepunahan hewan tersebut.

Wakil Presiden Direktur Bakti Lingkungan Djarum Foundation FX Supanji mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak punya ekspektasi terkait konservasi macan tutul di Pegungan Muria. Oleh karena itu, Djarum Foundation akan meminta pendapat ahli terkait hal tersebut.

Wartawan Kudus belajar tanaman di Pusat Pembibitan Tanaman Djarum Foundation, Rabu (29/11/2023). Foto: Rabu Sipan

“Dalam hal ini, ahli yang kita gandeng adalah Prof Hendra Gunawan. Beliau merupakan peneliti macan tutul,” ujar Panji di Pusat Pembibitan Tanaman Djarum Foundation, Rabu (29/11/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Pemkab Kudus Gandeng USAID dan Djarum Foundation untuk Atasi Persoalan Air Minum dan Sanitasi

Pihaknya akan segera mempertemukan Prof Hendra Gunawan dengan Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono, untuk menggali dan membicarakan step by step konservasi macan tutul di Gunung Muria.

“Termasuk status hutan itu juga penting. Status hutan Muria lindung itu akan lebih baik bila dijadikan kawasan hutan rakyat (Kahura). Dengan begitu pengelolaan keselamatan dan penjagaan jadi jelas,” bebernya.

Dia menuturkan, semua pihak harus sadar bahwa habitat macan tutul ini harus dijaga. Tentunya dengan seluruh satwa yang ada di dalamnya, yang merupakan mangsa dari macan tutul.

“Dari hasil rekaman kamera yang kita pasang terdeteksi banyak sekali mangsa dari macan tutul. Termasuk macan tutul itu sendiri. Dari hasil rekaman tahun 2023 dideteksi ada 14 ekor macan tutul di Gunung Muria,” ungkapnya.

Baca juga: Bergas Akan Berupaya Tangani Banjir Bandang Musiman di Desa Wonosoco

Dia pun menegaskan bahwa Presiden Direktur Djarum Foundation Victor Hartono sangat berkomitmen menjaga habitat macan tutul. Tak hanya di Gunung Muria saja tapi seluruh Jawa.

“Tentunya kita tidak bisa sendiri. Kita butuh bantuan dari seluruh masyarakat, pemerintah dan dinas yang membidangi,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER