Bergas Akan Berupaya Tangani Banjir Bandang Musiman di Desa Wonosoco

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa hari yang lalu banjir bandang menerjang Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Bahkan banjir bandang di desa tersebut, bisa terjadi lebih dari satu kali dalam sehari.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Bergas C Penanggungan, akan berupaya mencegah terjadinya banjir bandang di Wonosoco. Menurutnya, banjir di desa tersebut berkaitan dengan dua daerah selain Kudus, yakni Pati dan Grobogan.

“Terkait banjir bandang yang sering terjadi di Desa Wonosoco, kita akan koordinasi dengan daerah lain. Sebab, penyebab banjir bandang itu adalah hutan gundul di Pegunungan Kendeng yang justru bukan masuk wilayah Kudus, tapi wilayah Pati dan Grobogan,” ujar Bergas, belum lama ini.

-Advertisement-

Baca juga: Atasi Banjir di Jati Wetan Kudus, Pemerintah Akan Bangun Kolam Retensi Senilai Rp419 Miliar

“Kita akan coba koordinasikan terkait reboisasi. Sebab, reboisasi Gunung Kendeng sangat penting untuk mengatasi banjir bandang di Desa Wonosoco,” lanjut Bergas.

Sebenarnya untuk mengatasi banjir bandang di Wonosoco, ungkap Bergas, sudah diantisipasi dengan sabuk dam yang dibangun pada 2021. Namun, dengan perjalanan waktu, terjadi sedimentasi.

“Total ada tiga titik sabuk dam yang dibangun dari delapan titik yang direncanakan. Ketika sabuk dam selesai dibangun, sekian tahun Desa Wonosoco aman dari banjir bandang,” bebernya.

Namun, karena tak ada pemeliharaan, lanjut Bergas, sabuk dam tesebut terjadi sedimentasi. Ketika sabuk damnya sudah pulih oleh material, maka fungsinya sebagai pengendali banjir bandang pun tak berjalan, sehingga banjir bandang pun terjadi lagi di Wonosoco.

Baca juga: Masuki Musim Hujan, Pj Bupati Kudus Akan Das Des Tangani Banjir

“Oleh karena itu, kami meminta semua pihak termasuk warga untuk bersama-sama menangani banjir bandang yang terjadi di desa tersebut. Caranya, yakni dengan bersama-sama membersihkan sabuk dam,” ungkapnya.

“Saya juga meminta kesadaran masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan, terutama di aliran sungai,” pungkasnya. (adv)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER