BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang terlihat berdatangan di Kedai Mie Jagoan yang berada di Jalan Kampus UMK, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Mereka dilayani seorang pria yang dengan sigap membuat berbagai menu mi level di sana. Dia adalah Ahmed Bayu Sagara, owner Mie Jagoan.
Usai melayani pembeli, Bayu begitu sapaan akrabnya kemudian bercerita tentang penjualan mi level yang buka awal November 2023 itu. Dalam ceritanya, alasan merintis usaha tersebut karena sesuai dengan hobinya yang suka makan mi sejak kecil.

“Untuk keistimewaan mi level di sini (Mie Jagoan), tidak hanya menyediakan rasa pedas saja, tapi rasa manis dan gurihnya serta topping yang berlimpah dengan harga yang terjangkau,” beber Bayu kepada Betanews.id, Selasa (7/11/2023).
Baca juga: Takoyaki Murah Meriah di Yama Takoyaki Ini Harus Masuk Daftar Kulineranmu di Kudus
Meski baru buka, menurut Bayu, kedainya sudah menjadi jujugan para pecinta pedas, terutama mahasiswi dan anak muda. Mengingat, tempatnya menyediakan banyak menu pilihan, seperti camilan, varian mi level, maupun bakmi.
“Kalau menu kita ada banyak varian, di antaranya mi si sakti, mi si jawara, bakmi si polos, bakmi jumbo dengan berbagai topping pilihan. Untuk level pedas sampai 6 level. Alhamdulillah penjualan setiap harinya bisa laku antara 100-150 porsi,” ungkap pri berumur 30 tahun tersebut.
Dengan banyaknya menyediakan menu, kata Bayu, pihaknya mematok harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp22 ribu. Sedangkan untuk camilan, pihaknya mematok harga Rp10 ribu.
“Paling banyak diminati yang varian mi level. Sebab, 70 persen lebih penjualan mengacu pada mi level. Dan kebanyakan itu pembeli dari cewek yang suka dengan pedas. Sejauh ini untuk pembeli tidak hanya Kudus saja, karena memang kebanyakan pembeli dari mahasiswa, kemungkinan ada yang dari Pati, Jepara, dan Demak,” tutur anak sulung dari dau bersaudara itu.
Baca juga: Meski Harganya Cuma Rp10 Ribu, tapi Soto Ayam di Warung Ibu Atik Ini Selalu Bikin Nagih
Tidak hanya bisa dibeli dengan datang ke lokasi, Mie Jagoan juga bisa dipesan melalui aplikasi pengantar, seperti Grabfood, Gofood, dan Shoopefood. Menurutnya, pembeli kebanyakan datang ke lokasi dibandingkan dengan pesan di aplikasi.
Dua pembeli, Khoirida Paramitha dan Vina Ayuningrum mengaku baru pertama kali membeli di sana. Mereka penasaran dengan mi yang dijual yang diketahui dari story temannya.
“Alasannya karena penasaran ya, jadi kita coba membeli. Ternyata setelah mencoba, rasa enak, worth it dan recommended lah. Selain itu juga porsinya banyak,” kata mereka.
Editor: Ahmad Muhlisin

