Harap Bersabar, Pupuk Bersubsidi Rencana Didistribusikan pada Januari 2024

BETANEWS.ID, JEPARA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara saat ini sedang melakukan proses penginputan alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani. Kemungkinan, pupuk tersebut baru akan didistribusikan pada Januari 2024.

Kepala Bidang Sarpras dan Penyuluhan Pertanian, DKPP Jepara, Raditya Dwi Pridyastanto, menjelaskan, proses penginputan data petani melalui Sistem Informasi Manajemen dan Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) dan Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) rencananya akan dilakukan sampai 5 Desember 2023.

“Setelah penginputan data itu selesai nanti kan ada proses verifikasi, dan ketika sudah masuk di sistem pusat rencana kebutuhan pupuk sesuai dengan jumlah masa tanam kan diketahui. Itu nanti yang akan menjadi dasar untuk menyusun alokasi kebutuhan pupuk,” katanya saat ditemui di Kantor DKPP Jepara, Selasa (28/11/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Intensitas Hujan Makin Tinggi, Petani Jepara Mulai Kembali Bercocok Tanam

Menurutnya, pendataan di sistem tersebut dibutuhkan untuk mengupdate data petani serta jumlah lahan garapan. Sedangkan penyusunan rencana alokasi kebutuhan pupuk, diperkirakan akan selesai akhir Desember atau awal Januari. Sehingga, para petani yang Januari nanti memulai masa tanam tidak perlu khawatir terhadap kesedian pupuk.

“Di Januari biasanya sudah ada alokasi pupuk untuk 2024, meskipun prosesnya harus dilakukan secara bertahap. Karena alokasi itu masih secara nasional kemudian dibreakdown untuk kabupaten, kecamatan, untuk kemudian di masing-masing desa,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, di awal proses penetapan alokasi pupuk biasanya terdapat kendala berupa pencocokan data di sistem untuk memastikan alokasi pupuk dengan kebutuhan masing-masing petani. Untuk memastikan ketersediaan pupuk, dari pihak DKPP menurutnya juga akan melakukan koordinasi kepada pupuk Indonesia.

“Ketika alokasi sudah ditetapkan di akhir atau awal tahun petani sudah bisa dilayani di kios pupuk,” ujarnya.

Baca juga: Baru Mulai Masa Tanam, Petani di Pecangaan Jepara Sudah Was-Was Sawahnya Kebanjiran

Terkait dengan pendistribusian pupuk, ia juga mengingatkan kepada para petani agar tidak langsung menyerap alokasi kebutuhan pupuk di awal masa tanam pertama.

“Karena terkadang petani itu punya kekhawatiran kalau tidak diambil semua nanti hilang, padahal nggak. Jadi petani imbauannya agar mengambil alokasi pupuk sesuai dengan kebutuhan di masing-masing masa tanam,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER