BETANEWS.ID, JEPARA – Puluhan siswa SDN 1 Tedunan, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, sudah satu minggu atau sejak Kamis (23/7/2026) mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang tamu rumah warga.
Mereka direlokasi ke rumah warga karena ruang kelas yang biasa digunakan mengalami ambrol pada bagian atap atau plafon.
Di rumah warga tersebut, mereka belajar dengan duduk lesehan di lantai. Tidak ada bangku maupun kursi. Sebagai gantinya, setiap siswa membawa meja belajar sendiri dari rumah masing-masing.
Kepala SDN 1 Tedunan, Kresna Amiruddin, mengatakan peristiwa ambrolnya plafon terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.
Saat itu, penjaga sekolah sedang membersihkan area sekolah sebagai persiapan menyambut tahun ajaran baru yang dimulai keesokan harinya, Senin (13/7/2026).
“Pas waktu membersihkan, di ruang kantor guru katanya ada suara benda jatuh yang sangat keras. Setelah dicek, ternyata ada beberapa material cor yang rubuh menimpa filling cabinet,” kata Kresna saat ditemui di SDN 1 Tedunan, Kamis (30/7/2026).
Baca juga : Kejar PAD Rp1,5 Miliar, Pemkab Jepara Luncurkan E-Parkir Pakai QRIS di 18 Titik
Setelah mendapat informasi tersebut, ia langsung mengecek ke sekolah. Ternyata, plafon di ruang kelas 4 yang berada di sebelah timur ruang guru juga terlihat melengkung.
Ia kemudian memeriksa bagian luar bangunan dan mendapati atap gedung tersebut juga dalam kondisi melengkung.
“Kemungkinan, di bagian dalam, di atas plafon, mungkin ada struktur yang sudah mulai rusak,” jelasnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pada Rabu (29/7/2026), plafon ruang kelas 4 kembali ambrol sehingga menyisakan material cor yang kembali runtuh.
Setelah peristiwa ambrolnya plafon yang pertama, Kresna mengatakan pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara telah mengecek langsung kondisi bangunan.
Pihak sekolah disarankan untuk mengosongkan tiga ruangan yang terdampak, yakni ruang guru serta ruang kelas 4 dan 5. Selain itu, pihak sekolah juga diminta merelokasi kegiatan belajar mengajar ke tempat lain.
“Akhirnya siswa kita pindahkan sementara ke pondok pesantren, sekitar 100 meter dari sekolah. Itu kita pindah mulai 20-22 Juli. Tapi karena ada suatu hal, siswa kita pindah sebagian ke rumah warga, lokasinya ada di belakang sekolah,” ujar Kresna.
Siswa yang belajar di rumah warga merupakan siswa kelas 4 hingga 6 dengan total 84 orang. Rinciannya, kelas 4 sebanyak 28 siswa, kelas 5 berjumlah 29 siswa, dan kelas 6 terdiri atas 27 siswa.
“Sisanya, kelas 1 sampai 3 masih menempati ruang kelas yang ada, karena kita baru dapat tempat relokasi sebanyak tiga ruangan,” ujar Kresna.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak dinas, Kresna mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan memperbaiki bangunan yang rusak menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Perbaikan tersebut saat ini masih dalam proses dan direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini.
“Pihak konsultan sih kemarin sudah datang, ngecek dan lihat langsung kondisi bangunannya. InsyaAllah, perbaikan katanya bakal diupayakan pada tahun ini,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

